ILMU KALAM – SEJARAH PERADABAN ISLAM DI INDONESIA

SEJARAH PERADABAN ISLAM DI INDONESIA

Sejak zaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia dikenal sebagai pelayar-pelayar yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad Masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia Tenggara. Wilayah Barat Nusantara dan sekitar Malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual di sana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah lintasan penting antara Cina dan India. Sementara itu, pala dan cengkeh yang berasal dari Maluku, di pasarkan di Jawa dan Sumatera, untuk kemudian di jual pada pedagang asing. Pelabuhan-pelabuhan penting di Sumatera dan Jawa antara abad ke-1 dan ke-7 M sering disinggahi pedagang asing, seperti Lamuri (Aceh), Barus dan Palembang di Sumatera, (Sunda Kelapa dan Gresik di Jawa).

Pedagang-pedagang muslim asal Arab, Persia dan India juga ada yang sampai kepulauan Indonesia untuk berdagang sejak abad ke-7 M (abd I H), ketika Islam pertama kali berkembang di Timur Tengah. Malaka, jauh sebelum di taklukkan Portugis (1511), merupakan pusat utama lalu-lintas perdagangan dan pelayaran. Melalui Malaka, hasil hutan dan rempah-rempah dari seluruh pelosok Nusantara dibawa ke Cina dan India, terutama Gujarat, perjalanan laut melintasi Laut Arab. Dari sana perjalanan bercabang dua. Jalan pertama di sebelah utara menuju Teluk Oman, melalui selat Ormuz, ke teluk Persia. Jalan kedua melalui Teluk Aden dan laut Merah, dan dari kota Suez jalan perdagangan harus melalui daratan ke Kairo dan Iskandariah. Melalui jalan pelayaran Tersebut, kapal-kapal Arab, Persia, dan India mondar-mandir dari Barat ke Timur dan terus ke negeri Cina dengan menggunakan angin musim untuk pelayaran pulang perginya.

Dari berita Cina dapat diketahui bahwa di masa dinasti Tang (abad ke-9-10) orang-orang Ta-Shih sudah ada di kkanton (Kan-fu) dan Sumatera. Ta-Shih adalah sebutan untuk orang-orang Arab dan Persia, yang ketika itu jelas sudah menjadi Muslim. Perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat internasional antara negeri-negeri di Asia bagian Barat dan Timur mungkin disebabkan oleh kegiatan kerajaan Islam di bawah Bani Umayyah di bagian barat dan kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Akan tetapi, menurut Taufik Abdullah, belum ada bukti bahwa pribumi Indonesia di tempat-tempat yang disinggahi oleh para pedagang Muslim itu beragama Islam. Adanya koloni itu, diduga sejauh yang paling bisa ipertanggungjawabkan, ialah para pedagang Arab tersebut, hanya berdiam untuk menunggu musim yang baik bagi pelayaran.

Baru pada zaman-zaman berikutnya, penduduk kepulauan ini masuk Islam, bermula dari penduduk pribumi di koloni-koloni pedagang Muslim itu. Menjelang abad ke-13 M, masyarakat muslim sudah ada di Samudera Pasai, Perlak, dan Palembang di Sumatera. Di Jawa, makam Fatimah binti maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 475 H (1082 M), dan Makam-makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13 M merupakan bukti berkembangnya komunitas Islam, termasuk di pusat kekuasaan Hindu-Jawa ketika itu, Majapahit. Namun, sumber sejarah yang sahih yang memberikan kesaksian sejarah yang dapat dipertanggung jawabkan tentang berkembangnya masyarakat Islam di indonesia, baik berupa prasasti dan historiografi tradisional maupun berita asing, baru terdapat ketika ‘’komunitas islam” berubah menjadi ousat kekuasaan.

Sampai berdirinya kerajaan-kerajaan Islam itu, perkembangan Islam itu, perkembangan agama Islam di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga fase. (1) Singgahnya pedagang-pedagang Islam di Pelabuhan-pelabuhan Nusantaera. Sumbernya adalah berita luar negeri, terutama Cina, (2) Adanya komunitas-komunitras Islam di beberapa daerah kepulauan Indonesia. Sumbernya, disamping berita-beita asing, juga makam-makam islam, dan (3) Berdirinya kerajaan-kerajaan Islam.

  1. A.     KONDISI DAN SITUASI POLITIK KERAJAAN-KERAJAAN DI INDONESIA

Cikal bakal kekuasaan Islam telah dirintis pada periode abad 1-5 H/7-8 M, tetapi semuanya tenggelam dalam hegemoni maritim Sriwijaya yang berpusat di Palembang dan kerajaan Hindu-Jawa seperti Singasari dan Majapahit di Jawa Timur. Pada periode ini para pedagang dan mubalig Muslim membentuk komunitas-komunitas Islam. Mereka memperkenalkan Islam yang mengajarkan toleransi dan persamaan derajat di antara sesama, sementara ajaran Hindu-Jawa menekenkan perbedaan derajat manusia. Ajaran Islam ini sangat menarik perhatian penduduk setempat. Karena itu, Islam tersebar di kepulauan Indonesia terhitung cepat, meski dengan damai.

Pada abad ke-7 sampai ke-10 M, kerajaan Sriwijaya meluaskan kekuasaannya ke daerah Semenanjung Malaka sampai Kedah. Keterlibatan orang-orang Islam dalam bidang politik baru terlihat pada abad ke-9 M, ketika mereka terlibat dalam pemberontakan petani-petani Cina terhadap kekuasaan T’ang pada masa pemerintahan Kaisar Hi-Tsung (878-889 M). Akibat pemberontakan itu, kaum muslimin banyak yang dibunuh. Sebagian lainnya lari ke Kedah, wilayah yang masuk kekuasaan Sriwijaya pada waktu itu memang melindungi orang-orang muslim di wilayah kekuasaannya.

Kemajuan politik dan ekonomi Sriwijaya berlangsung sampai abad ke-12 m. Pada akhir abad ke-12 M, kerajaan ini mulai memasuki masa kemundurannya. Kemunduran politik dan ekonomi Sriwijaya dipercepat oleh usaha-usaha kerajaan Singasari yang sedang bangkit di Jawa. Kerajaan Jawa ini melakukan ekspedisi Pamaluyu tahun 1275 M dan berhasil mengalahkan kerajaan Melayu di Sumatera. Keadaan itu mendorong daerah-daerah di Selat Malaka yang dikuasai kerajaan Sriwijya melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan tersebut.

Kelemahan Sriwijaya dimanfaatkan pula oleh pedagang-pedagang muslim untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan politik dan perdagangan. Mereka mendukung daerah-daerah yang muncul dan daerah yang menyatakan diri sebagai kerajaan bercorak Islam, yaitu kerajaan Samudera Pasai di pesisir Timur Laut Aceh. Daerah ini sudah disinggahi pedagang-pedagang Muslim sejak abad ke-7 dan ke-8 M. Proses Islamisasi tentu berjalan di sana sejak abad tersebut. Kerjaan Samudera pasai dengan segera berkembang baik dalam bidang politik maupun perdagangan.

Karena kekacauan-kekacauan dalam negeri sendiri akibat perebutan kekuasaan di istana, kerajaan Singasari, juga pelanjutnya, Majapahit, tidak mampu mengontrol daerah Melayu dan Selat malaka dapat berkembang dan mencapai puncak kekuasaannya hingga abad ke-16 M.

Di KerajaanMajapahit, ketika Hayam Wuruk dengan Patih Gajah Mada masih berkuasa, situasi politik pusat kerajaan memang tenang, sehingga banyak daerah di kepulauan Nusantara mengakui berada di bawah perlindungannya. Tetapi sejak Gajah Mada meninggal dunia (1364 M) dan disusul Hayam Wuruk (1389M), situasi Majapahit kembali mengalami kegoncangan. Pada tahun 1468 M. Majapahit di serang Girindrawardana dari Kediri. Sejak itu kebesaran Majapahit dapat dikatakan sudah habis. Tome Pires (1512-1515 M), dalam tulisannya Suma Oriental, tidak lagi menyebut-nyebut nama Majapahit. Kelemahan-kelemahan yang semakin lama semakin memuncak akhirnya menyebabkan keruntuhannya.

  1. B.     MUNCULNYA PEMUKIMAN-PEMUKIMAN MUSLIM DI KOTA-KOTA PESISIR

Seperti di sebutkan di atas, menjelang abad ke-13 M, di pesisir Aceh sudah ada pemukiman Muslim. Persentuhan antara penduduk pribumi dengan pedagang Muslim dari Abad, Persia, dan India memang pertama kali terjadi di daerah ini. Karena itu, diperkirakan, proses islamisasi sudah berlangsung sejak persentuhan itu terjadi. Dengan demikian dapat dipahami mengapa kerajaan Islam pertama di kepulauan Nusantara ini berdiri di Aceh, yaitu kerajaan Samudera Pasai yang didirikan pada pertengahan abad ke-13 M. Setelah kerajaan Islam ini berdiri, perkembangan masyarakat Muslim di Malaka makin lama makin meluas dan pada awal abad ke -15 M, di daerah ini lahir kerajaan Islam, yang merupakan kerajaan Islam Kedua di Asia Tenggara. Kerajaan ini cepat berkembang, bahkan dapat mengambil alih dominasi pelayaran dan perdagangan dari kerajaan Samudera Pasai yang kalah bersaing. Lajunya perkembangan masyarakat Muslim ini berkaitan erat dengan keruntuhan Sriwijaya.

Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis (1511), mata rantai penting pelayaran beralih ke Aceh, kerajaan Islam yang melanjutkan kejayaan Samudera Pasai. Dari sini, proses Islamisasi di kepulauan Nusantara berlangsung lebih cepat dari sebelumnya. Untuk menghindari gangguan Portugis yang menguasai Malaka, untuk sementara waktu kapal-kapal memilih menelusuri  pantai Barat Sumatera. Aceh kemudian berusaha melebarkan kekuasaannya ke selatan sampai ke Pariaman dan Tiku. Dari pantai Sumatera, kapal-kapal memasuki Selat Sunda menuju pelabuhan-pelabuhan di pantai Utara Jawa.

Berdasarkan berita Tome Pires (1512-1515), dalam Suma Oriental-nya, dapat diketahui bahwa daerah-daerah dibagian pesisir Sumatera Utara dan Timur Selat Malaka, yaitu dari Aceh sampai Palembang sudah banyak terdapat masyarakat dan kerajaan-kerajaan Islam. Akan tetapi, menurut berita itu, daerah-daerah yang belum Islam juga masih banyak, yaitu Palembang dan daerah-daerah pedalaman. Proses Islamisasi ke daerah-daerah pedalaman Aceh, Sumatera Barat, terutama terjadi sejak Aceh malakukan ekspansi politiknya pada abad ke-16 dan 17 M.

Sementara itu, di Jawa, proses islamisasi sudah berlangsung , sejak abad ke-11M, meskipun belum meluas; terbukti dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik yang berangka tahun 475 H (1082 M). Berita tentang Islam di Jawa pada abad ke-11 dan 12 M memang masih sangat langka. Akan tetapi, sejak akhir abad ke-13 M dab abad-abad berikutnya, terutama ketika Majapahit mencapai puncak kebesarannya, bukti-bukti adanya proses islamisasi sudah banyak, dengan ditemukannya beberapa puluh nisan kubur di Troloyo, Triwulan dan Gresik. Bahkan, menurut berita ma-huan tahun 1416 M, di pusat Majapahit maupun di Pesisir, terutama di kota-kota  pelabuhan, telah terjadi proses islamisasi dan sudah pula terbentuk masyarakat Muslim.

Perkembangan Islam di Jawa bersamaan waktunya dengan lemahnya posisi raja Majapahit. Hal itu memberi peluang kepada raja-raja Islam pesisir untuk membangun pusat-pusat kekuasaan yang independen. Di bawah bimbingan spiritual Sunan Kudus, meskipun bukan yang tertua dari Wali Songo, Demak akhirnya berhasil menggantikan Majapahit sebagai kraton pusat.

Pengaruh Islam masuk ke Indonesia bagian Timur, khususnya daerah Maluku, tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang pada pusat lalulintas pelayaran internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14 M, islam datang je daerah Maluku. Raja Ternate yang kedua belas, Molomatea (1350-1357 m) bersahabat karib dengan orang Arab yang memberinya petunjuk dalam pembuatan kapal-kapal, tetapi agaknya bukan dalam kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwa di Ternate sudah ada masyarakat Islam sebelum rajanya masuk Islam. Demikian juga di Banda, Hitu, makyan, dan Bacana. Orang-orang Islam datang ke Maluku tidak menghadapi kerajaan –kerajaan yang sedang mengalami perpecahan sebagaimana halnya di Jawa. Mereka datang dan Mnyebarkan agama Islam melalui perdagangan, dakwah, dan Perkawinan.

Kalimantan Timur pertamakali di Islamkan oleh Datuk Ri Bandang dan tunggang Parangan. Kedua mubalig itu datang ke Kutai setelah orang-orang Makassar masuk Islam. Proses Islamisasi di Kutai dan daerah sekitarnya diperkirakan terjadi sekitar tahun 1575.

Sulawesi, terutama bagian selatan, sejak abad ke-16 M, di Sulawesi banyak sekali kerajaan yang masih beragama berhala. Akan tetapi, pada abad ke-16 di daerah Gowa, sebuah kerajaan terkenal di daerah itu, telah terdapat masyarakat Muslim. Di Gowa dan tallo raja-rajanya masuk Islam secara resmi pada tanggal 22 September 1605 M.

Proses Islamisasi pada taraf pertama di kerajaan Gowa dilakukan dengan cara damai oleh Dato’ Ri Bandang dan Dato’ Sulaeman keduanya memberikan ajaran-ajaran Islam kepada Masyarakat dan raja. Setelah secara resmi memeluk agama Islam. Gowa melancarkan perang terhadap Soppeng, Wajo, dan terakhir Bone. Kerajaan-kerajaan tersebut pun masuk Islam, Wajo, 10 mei 1610 M dan Bone, 23 November 1611 M.

Proses Islamisasi memang tidak berhenti sampai berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, tetapi terus berlangsung intensitif dengan berbagai cara dan Saluran.

  1. C.     SALURAN DAN CARA-CARA ISLAMISASI DI INDONESIA

 

Kedatangan Islam dan penyebarannya kepada golongan  bangsawan dan rakyat Umumnya, dilakukan secara damai. Apabila situasi politik suatu kerajan mengalami kekacauan dan kelemahan diesebabkan perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana, maka Islam dijadikan alat politik bagi golongan bangsawan atau pihak-pihak yang menghendaki kekuasaan itru. Mereka berhubungan dengan pedagang-pedagang Muslim yang posisi Apabila kerajaan Islam sudah berdiri, penguasaannya melancarkan perang tehadap kerajaan non-Islam . hal itu bukanlah karena persoalan agama tetapi karena dorongan politis untuk menguasai kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Menurut Uka Tjandra Sasmita, prorses masukya Islam ke Asia Tenggara yang berkembang ada enam, yaitu:

1. Saluran perdagangan

Pada taraf permulaan, proses masuknya Islam adalah melalui perdagangan. Kesibukan lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 hingga ke-16 membuat pedagangpedagang Muslim (Arab, Persia dan India) turut ambil bagian dalam perdagangan dari negeri-negeri bagian Barat, Tenggara dan Timur Benua Asia. Saluran Islamisasi melaui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham. Mereka berhasil mendirikan masjid dan mendatangkan mullah-mullah dari luar sehingga jumlah mereka menjadi banyak, dan karenanya anak-anak Muslim itu menjadi orang Jawa dan kaya-kaya. Di beberapa tempat penguasa-penguasa Jawa yang menjabat sebagai Bupati Majapahit yang ditempatkan di pesisir Utara Jawa banyak yang masuk Islam, bukan karena hanya faktor politik dalam negeri yang sedang goyah, tetapi karena factor hubungan ekonomi drengan pedagang-rpedrarrgarng Muslim.

Perkembangan selanjutnya mereka kemudian mengambil alih perdagangan dan kekuasaan di tempat-tempat tinggalnya.

2. Saluran perkawinan

Dari sudut ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi terutama puteri-puteri bangsawan, tertarik untuk menjadi isteri saudagar-saudagar itu. Sebelum dikawin mereka diislamkan terlebih dahulu. Setelah mereka mempunyai keturunan, lingkungan mereka makin luas, akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah dan kerajaan Muslim.

Dalam perkembangan berikutnya, ada pula wanita Muslim yang dikawini oleh keturunan bangsawan; tentu saja setelah mereka masuk Islam terlebih dahulu. Jalur perkawinan ini jauh lebih menguntungkan apabila antara saudagar Muslim dengan anak bangsawan atau anak raja dan anak adipati, karena raja dan adipati atau bangsawan itu kemudian turut mempercepat proses Islamisasi. Demikianlah yang terjadi antara Raden Rahmat atau sunan Ampel dengan Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan puteri Kawunganten, Brawijaya dengan puteri Campa yang mempunyai keturunan Raden Patah (Raja pertama Demak) dan lain-lain.

3. Saluran Tasawuf

Pengajar-pengajar tasawuf atau para sufi mengajarkan teosofi yang bercampur dengana jaran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam soal magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan menyembuhkan. Diantara mereka juga ada yang mengawini puteri-puteri bangsawab setempat. Dengan tasawuf, “bentuk” Islam yang diajarkan kepada penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya menganut agama Hindu, sehingga agama baru itu mudah dimengerti dan diterima. Diantara ahli-ahli tasawuf yang memberikan ajaran yang mengandung persamaan dengan alam pikiran Indonesia pra-Islam itu adalah Hamzah Fansuri di Aceh, Syekh Lemah Abang, dan Sunan Panggung di Jawa. Ajaran mistik seperti ini masih dikembangkan di abad ke-19 M bahkan di abad ke-20 M ini.

4. Saluran prendidikan

Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren maupun pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama, kiai-kiai dan ulama. Di pesantren atau pondok itu, calon ulama, guru agama dan kiai mendapat pendidikan agama. Setelah keluar dari pesantren, mereka pulang ke kampung masing-masing atau berdakwak ketempat tertentu mengajarkan Islam. Misalnya, pesantren yang didirikan oleh Raden rahmat di Ampel Denta Surabaya, dan Sunan Giri di Giri. Kleuaran pesantren ini banyak yang diundang ke Maluku untuk mengajarkan Agama Islam.

5. Saluran kesenian

Saluran Islamisasi melaui kesenian yang paling terkenal adalah pertunjukan wayang. Dikatakan, Sunan Kalijaga adalah tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang. Dia tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi dalam serita itu di sisipkan ajaran nama-nama pahlawan Islam. Kesenian-kesenian lainnya juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir.

6. Saluran politik

Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Di samping itu, baik di Sumatera dan Jawa maupun di Indonesia Bagian Timur, demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan Islam itu masuk Islam.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto (Ed.), Sejarah Nasional Indonesia II, (Jakarta: Balai Pustaka, 1984).

Taufik Abdullah (Ed.), Sejarah Umat Islam Indonesia, (Jakarta: Majelis Ulama Indonesia, 1991).

Uka Tjandrasasmita (Ed.), Sejarah Nasional Indonesia III, (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984)

Abdullah, Taufik dan Sharon Siddique (Ed.) Tradisi dan kebangkitan Islam di Asia tenggara, (Jakarta: LP3ES, 1989, Cetakan Pertama)

ILMU PENDIDIKAN ISLAM – TUJUAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM

BAB I

PENDAHULUAN

 

DEFINISI PENDIDIKAN

 

1.1.Definisi Pendidikan Secara Umum

Definisi pendidikan menurut para ahli, diantaranya adalah :

Menurut Juhn Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.(A. Yunus, 1999 : 7)

Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.(A. Yunus, 1999 : 7)

Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan oleh sesorang.(A. Yunus, 1999 : 7-8)

Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. (A. Yunus, 1999 )

 

1.2.Definisi Pendidikan Menurut Islam

Pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.(Nur Uhbiyati, 1998)

Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah (Hadist).

Ruang Lingkup Pendidikan Islam

1. Pendidikan Keimanan

Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)

Bagaimana cara mengenalkan Allah SWT dalam kehidupan anak?

  • Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan)
    Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif.
    Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…:” (H.R Bukhari)
    Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.”    (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir)
  • Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin

Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.

  • Memanfaatkan momen religious

Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bareng.

  • Memberi kesan positif tentang Allah dan kenalkan sifat-sifat baik Allah
    Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”.
  • Beri teladan

Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.

hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)

 

 

 

  • Kreatif dan terus belajar

Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.

2. Pendidikan Akhlak

Hadits dari Ibnu Abas Rasulullah bersabda:

“… Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.”

Rasulullah saw bersabda:

Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)

Bagaimana cara megenalkan akhlak kepada anak :

  • Penuhilah kebutuhan emosinya

Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih saying sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan.

Hadits Rasulullah : “ Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka …:” (H.R Bukhari)

  • Memberikan pendidikan mengenai yang haq dan bathil

Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .”(Q.S 2:42)

Seperti bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik.

  • Memenuhi janji

Hadits Rasulullah :”…. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janji itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka.” (H.R Bukhari)

  • Meminta maaf jika melakukan kesalahan
  • Meminta tolong/ mengatakan tolong jika kita memerlukan bantuan.
  • Mengajak anak mengunjungi kerabat

3. Pendidikan intelektual

Menurut kamus Psikologi istilah intelektual berasal dari kata intelek yaitu proses kognitif/berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan.

Pendidikan intelektual ini disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak. Menurut Piaget seorang Psikolog yang membahas tentang teori perkembangan yang terkenal juga dengan Teori Perkembangan Kognitif mengatakan ada 4 periode dalam perkembangan kognitif manusia, yaitu:

Periode 1, 0 tahun – 2 tahun (sensori motorik)

  • Mengorganisasikan tingkah laku fisik seperti menghisap, menggenggam dan memukul pada usia ini cukup dicontohkan melalui seringnya dibacakan ayat-ayat suci al-Quran atau ketika kita beraktivitas membaca bismillah.

Periode 2, 2 tahun – 7 tahun (berpikir Pra Operasional)

  • Anak mulai belajar untuk berpikir dengan menggunakan symbol dan khayalan mereka tapi cara berpikirnya tidak logis dan sistematis.

Seperti contoh nabi Ibrahim mencari Robbnya.

Periode 3, 7 tahun- 11 tahun (Berpikir Kongkrit Operasional)

  • Anak mengembangkan kapasitas untuk berpikir sistematik

Contoh : Angin tidak terlihat tetapi dapat dirasakan begitu juga dengan Allah SWT tidak dapat dilihat tetapi ada ciptaannya.

Periode 4, 11 tahun- Dewasa (Formal Operasional)

  • Kapasitas berpikirnya sudah sistematis dalam bentuk abstrak dan konsep

4. Pendidikan fisik

  • Dengan memenuhi kebutuhan makanan yang seimbang, memberi waktu tidur dan aktivitas yang cukup agar pertumbuhan fisiknya baik dan mampu melakukan aktivitas seperti yang disunahkan Rasulullah

“ Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda.” (HR. Thabrani)

 

 

5. Pendidikan Psikis

“Dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3:139)

  • Memberikan kebutuhan emosi, dengan cara memberikan kasih saying, pengertian, berperilaku santun dan bijak.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri
  • Memberikan semangat tidak melemahkan

1.3.Definisi Pendidikan Menurut Perspektif Nasional

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya pedagogis untuk menstranfer sejumlah nilai yang dianut oleh masyarakat suatu bangsa kepada sejumlah subjek didik melalui proses pembelajaran. Sistem nilai tersebut tertuang dalam sistem pendidikan yang dirumuskan dalam dasar-dasar pandangan hidup bangsa itu. Rumusan pandangan hidup tersebut kemudian dituangkan dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan. Dalam Undang-Undang Dasar dan perundang-undangan itu pandangan filosofis suatu bangsa di antaranya tercermin dalam sistem pendidikan yang dijalankan.

Bagi bangsa Indonesia, pandangan filosofis mengenai pendidikan dapat dilihat pada tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 paragraf keempat. Secara umum tujuan pendidikan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian secara terperinci dipertegas lagi dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

TUJUAN PENDIDIKAN

2.1. Tujuan Pendidikan Pancasila

Rumusan formal konstitusional dalam UUD 1945 maupun dalam GBHN dan Undang-Undang Kependidikan lainnya yang berlaku adalah tujuan normative GBHN 1983 merumuskan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut :

“Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan tarhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan , mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa

(A. Yunus, 1998 : 165)

 

2.2. Tujuan Umum Pendidikan Manusia

a. Hakikat manusia menurut Islam

Manusia adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.

Dalam teori pendidikan lama, yang dikembangkan didunia barat, dikatakan bahwa perkembangannya seseorang hanya dipengaruhi oleh pembawaan (nativisme) sebagai lawannya berkembang pula teori yang mengajarkan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh lingkungannya (empirisme), sebagai sintesisnya dikembangkan teori ketiga yang mengatakan bahwa perkembangan seseorang ditentukan oleh pembawaan dan lingkungannya (konvergensi)

Manusia adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok, manusia yang mempunyai aspek jasmani, disebutkan dalam surah al Qashash ayat : 77 :

“Carilah kehidupan akhirat dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadamu tidak boleh melupakan urusan dunia “

b. Manusia Dalam Pandangan Islam

Manusia dalam pandangan Islam mempunyai aspek jasmani yang tidak dapat dipisahkan dari aspek rohani tatkala manusia masih hidup didunia.

Manusia mempunyai aspek akal. Kata yang digunakan al Qur’an untuk menunjukkan kepada akal tidak hanya satu macam. Harun Nasution menerangkan ada tujuh kata yang digunakan :

1. Kata Nazara, dalam surat al Ghasiyyah ayat 17 :

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan”

2. Kata Tadabbara, dalam surat Muhammad ayat 24 :

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”

3. Kata Tafakkara, dalam surat an Nahl ayat 68 :

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : “buatlah sarang-sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia”.

4. Kata Faqiha, dalam surat at Taubah 122 :

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (kemedan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”

5. Kata Tadzakkara, dalam surat an Nahl ayat 17 :

“Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”.

6. Kata Fahima, dalam surat al Anbiya ayat 78 :

“Dan ingatlah kisah daud dan Sulaiman, diwaktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu”.

7. Kata ‘Aqala, dalam surat al Anfaal ayat 22 :

“Sesungguhnya binatang(makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa-pun.

Manusia mempunyai aspek rohani seperti yang dijelaskan dalam surat al Hijr ayat 29 :

“Maka Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kedalamnya roh-Ku, maka sujudlah kalian kepada-Nya”.

3. Manusia Sempurna Menurut Islam

– Jasmani Yang sehat Serta Kuat dan Berketerampilan

Islam menghendaki agar orang Islam itu sehat mentalnya karena inti ajaran Islam (iman). Kesehatan mental berkaitan erat dengan kesehatan jasmani, karena kesehatan jasmani itu sering berkaitan dengan pembelaan Islam.

Jasmani yang sehat serta kuat berkaitan dengan ciri lain yang dikehendaki ada pada Muslim yang sempurna, yaitu menguasai salah satu ketrampilan yang diperlukan dalam mencari rezeki untuk kehidupan.

Para pendidik Muslim sejak zaman permulaan – perkembangan Islam telah mengetahui betapa pentingnya pendidikan keterampilan berupa pengetahuan praktis dan latihan kejuruan. Mereka menganggapnya fardhu kifayah, sebagaimana diterangkan dalam surat Hud ayat 37 :

“Dan buatlah bahtera itu dibawah pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan jangan kau bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu karena meeka itu akan ditenggelamkan”.

– Cerdas Serta Pandai

Islam menginginkan pemeluknya cerdas serta pandai yang ditandai oleh adanya kemampuan dalam menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai di tandai oleh banyak memiliki pengetahuan dan informasi. Kecerdasan dan kepandaian itu dapat dilihat melalui indikator-indikator sebagai berikut :

a) Memiliki sains yang banyak dan berkualitas tinggi.

b) Mampu memahami dan menghasilkan filsafat.

c) Rohani yang berkualitas tinggi.

Kekuatan rohani (tegasnya kalbu) lebih jauh daripada kekuatan akal. Karena kekuatan jasmani terbatas pada objek-objek berwujud materi yang dapat ditangkap oleh indera.

Islam sangat mengistemewakan aspek kalbu. Kalbu dapat menembus alam ghaib, bahkan menembus Tuhan. Kalbu inilah yang merupakan potensi manusia yang mampu beriman secara sungguh-sungguh. Bahkan iman itu, menurut al Qur’an tempatnya didalam kalbu.

2.3. Tujuan Pendidikan Islam (Khusus)

Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat a Dzariyat ayat 56 :

“ Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.

Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, shaum pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan (atau disandarkan) kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar.

Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah.

Menurut al Syaibani, tujuan pendidikan Islam adalah :

1. Tujuan yang berkaitan dengan individu, mencakup perubahan yang berupa pengetahuan, tingkah laku masyarakat, tingkah laku jasmani dan rohani dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan di akhirat.

2. Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, mencakup tingkah laku masyarakat, tingkah laku individu dalam masyarakat, perubahan kehidupan masyarakat, memperkaya pengalaman masyarakat.

3. Tujuan profesional yang berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai profesi, dan sebagai kegiatan masyarakat.

Menurut al abrasyi, merinci tujuan akhir pendidikan islam menjadi

1. Pembinaan akhlak.

2. menyiapkan anak didik untuk hidup dudunia dan akhirat.

3. Penguasaan ilmu.

4. Keterampilan bekerja dalam masyrakat.

Menurut Asma hasan Fahmi, tujuan akhir pendidikan islam dapat diperinci menjadi :

1. Tujuan keagamaan.

2. Tujuan pengembangan akal dan akhlak.

3. Tujuan pengajaran kebudayaan.

4. Tujuan pembicaraan kepribadian.

Menurut Munir Mursi, tujuan pendidikan islam menjadi :

1. Bahagia di dunia dan akhirat.

2. menghambakan diri kepada Allah.

3. Memperkuat ikatan keislaman dan melayani kepentingan masyarakat islam.

4. Akhlak mulia.

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa tujuan pendidikan islam pada intinya adalah :

terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Wallahu A’lam Bish-shawab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Tafsir., Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam., PT. Remaja Rosdakarya., Bandung, 2001

Nur Uhbiyati., Ilmu Pendidikan Islam., CV. Pustaka Setia., Bandung, 1998

Ahmad Hanafi, M.A., Pengantar Filsafat Islam, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta, 1990.

Prasetya, Drs., Filsafat Pendidikan, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000

Abuddin Nata, M.A., Filsafat Pendidikan Islam, Cet. I, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997

Zuhairini. Dra, dkk., Filsafat Pendidikan Islam, Cet.IIBumi Aksara, Jakarta, 1995.

Ali Saifullah H.A., Drs., Antara Filsafat dan Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983.

Tilaar, Prof. Dr., Manajemen Pendidikan NasionalPT. Remaja Rosdakarya., Bandung, 2004.

H. A. Yunus, Drs., S.H., MBA. Filsafat Pendidikan, CV. Citra Sarana Grafika. Bandung. 1999.

DASAR-DASAR PENDIDIKAN – ANALISA FILSAFAT DAN TEORI PENDIDIKAN

ANALISA FILSAFAT DAN TEORI PENDIDIKAN

 

A. ANALISA FILSAFAT DALAM MASALAH PENDIDIKAN

Masalah pendidikan, adalah merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan keduanya pada hakikatnya adalah proses yang satu. Pengertian yang luas dari pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh lodge, yaitu bahwa: life is education, and education is life”, akan berarti bahwa seluruh proses hidup dan kehidupan manusia itu adalah proses pendidikan segala pengalaman sepanjang hidupnya merupakan dan meberikan pengaruh pendidikan baginya.

Dalam artinya yang sempit, pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas, yaitu memberikan dasar- dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh, yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol.

 

Filsafat dan Teori Pendidikan

 

Bagaimanapun luas sempitnya pengertian pendidikan, namun masalah pendidikan adalah merupakan masalah yang berhubungan langsung dengan hidup dan kehiupan manusia. Pendidikan merupakan usaha dari manusia dewasa yang telah sadar akan kemanusiannya, dalam membimbing, melatih,mengajar dan menanamkan nilai-nilai serta dasar-dasar pandangan hidup kepada generasi muda, agar nantinya menjadi manusia yang sadar dan bertanggung jawab akan tugas-tugas hidupnya sebagai manusia, sesuai dengan sifat hakikat dan cirri-ciri kemanusianya Dan pendidikan formal disekolah hanya bagian kecil saja daripadanya. Tetapi merupakan inti dan bisa lepas kaitanya dengan proses pendidikan secara keseluruhannya .

Dengan pengertian pendidikan yang luas, berarti bahwa masalah kependidkan pun mempunyai ruang lingkup yang luas pula.yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. Memang diantara permasalahan kependidikan tersebut terdapat masalah pendidikan yang sederhan yang menyangkut praktek dan pelaksanaan sehari-hari, tetapi banyak pula diantaranya yang menyangkut masalah yang bersipat mendasar dan mendalam, sehingga memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dalam memecahkannya. Bahkan pendidikan juga menghadapi persoalan-persoalan yang tidak mungkin terjawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata-mata, tetapi memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam, yaitu analisa filsafat.

 

Berikut ini akan dikemukakan bebarapa masalah kependidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya,antara lain:

 

  1. Masalah kependidkan pertama dan yang mendasar adalah tentang apakah hakikat pendidikan itu. Mengapa pendidikan itu harus ada pada manusia dan merupakan hakikat hidup manusia itu. Dan bagaimana hubungan anatara pendidkan dengan hidup dan kehidupan manusia.

 

  1. Apakah pendidkan itu berguna untuk membawa kepribadian manusia, apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian manusia itu, ataukah faktor–faktor yang berasal dari luar/ lingkungan dan pendidikan. Mengapa anak yang mempunyai potensi hereditas yang baik pula tidak mencapai kepribadian yang diharapkan: dan kenapa pula anak yang mempunyai potensi hereditas yang tidak baik, walaupun mendapatkan pendidkan dan lingkungan yang baik, tetap tidak berkembang.

 

  1. Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu. Apakah pendidikan itu untuk individu, atau untuk kepentingan masyarakat. Apakah pendidikan dipusatkan untuk membina kepribadian manusia ataukah untuk Pembinaan masyarakat.apakah pembinaan manusia itu semata-mata untuk dan demi kehidupan riel dan material di dunia ini, ataukah untuk kehidupan kelak diakhirat yang kekal ?

 

  1.  Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab terhadap pedidikan itu,dan sampai dimana tanggung jawab tersebut.bagaimana hubungan tanggung jawab antar keluarga, masyarakat, dan sekolah terhedap pendidikan, dan bagaimana tanggung jawab pendidikan tersebut setelah manusia dewasa,dan sebagainya.

 

  1. Apkah hakikat pribdi manusia itu. Manakah yang lebih utama untuk dididik:akal, perasaan atau kemauannya, pendidikan jasmani atau pendidikan mentalnya, pendidikan skil ataukah intelektualnya ataukah kesemuannya itu.

 

  1. Apakah isi kuriulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal, dalam masyrakat

 

  1. Apakah isi kurikulum yang relaevan dengan pendidikan yang ideal, apakah kurikulum yang mengutamakan pembinaan kepribadian dan sekaligus kecakapan untuk memangku suatu jabatan dalam masyarakat, ataukah kurikulum yang luas dengan konsekusnsi yang kurang intensife,p ataukah deangan kurikulum yang terbatas tetapi intensif penguasaanya dan bersipat praktis pula.

 

  1. Bagaimana metode pendidikan yang baik, apakah sentralisasi, desentrlisasi, ataukah otonomi; apakah oleh Negara ataukah oleh swasta, dan sebagainya.

 

  1.  Bagaimana asas penyelenggara pendidikan yang baik, apakah sentralisasi, desentralisasi, ataukah otonomi; apakah oleh negara ataukah oleh swasta, dan sebagainya.)

 

Masalah-masalah tersebut, merupakan sebagian dari contoh–contoh problematika pendidikan, yang dalam pemecahannya memerlukan usaha-usaha pemikiran yang mendalam dan systemmatis, atau analisa filsafat. Dalam memecahkan masalah-masalah tersebut,analisa filsafat menggunakan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan permasalahanya. Di antara pendekatan (approach) yang digunakan antara lain :

  1. Pendekatan secara spekulatif, yang disebut juga sebagai cara pendekatan reflektif, berarti: memikirkan, mempertimbangkan, juga membayangkan dan menggambarkan. Ini adalah teknik pendekatan dalam filsafat pada umumnya. Dengan teknik pendekatan ini, dimaksudkan adalah memikirkan, mempertimbangkan dan menggambarkan tentang sesuatu obyek untuk mencari hakikat yang sebenarnya. Masalah- masala kependidikan memang berhubungan dengan hal–hal yang harus diketahui hakikat yang sebenarnya, misalnya apakah hakikatnya mendidik dan pendidikan itu, hakikat manusia, hakikat hidup, masyarakat individu, kepribadian,kurikulum, kedewasaan dan sebagainya.

 

  1. Pendekatan normatif, artinya nilai atau aturan dan ketentuan yang brlaku dan dijunjung tinggi dalam hidup dan kkehidupan manusia. Norma- norma tersebut juga merupakan masalah-masalah kependidikan, di samping dalam usaha dan proses pendidikan itu sendiri, sebagai bagian dari kehidupan manusia, juga tidak lepas dari ikatan norma- norma tertentu. Dengan teknik Pendekatan normatif, dimaksudkan adalah berusaha untuk memahami nilai-nilai norma yang berlaku dalam hidup dan kehidupan manusia dan dalam proses pendidikan, dan bagaimana hubungan antara nilai-nilai dan norma-norma tersebut dengan pendidikan. Dengan demikian akan dapat dirumuskan petunjuk-petunjuk ke arah mana usaha pendidikan diarahkan.

 

  1. Pedekatan analisa konsep Artinya pengertian, atau tangkapan seseorang terhadap sesuatu obyek. Setiap orang mempunyai pengertian atau tangkapan yang berbeda-beda mengenai yang sama, tergantung pada perhatian, keahlian dan kecenderungan masing-masing. Konsep seorang pedagang tentang kerbau misalnya, berada dengan konsep seorang seniman tentang kerbau yang sama,brbeda pula dengan konsep seorang petani, peternak,seoramg guru,seorang anak dan sebagainya. Dengan analisa konsep sebagai Pendekatan dalam filsafat pendidikan, dimaksudkan adalah usaha memahami konsep dari para ahli pendidikan, para pendidik dan orang-orang yang menaruh perhatian atau minat terhadap pendidikan, tentang berbagai masalah yang berhubungan dengan pendidikan. Misalnya konsep mereka tentang anak, tentang jiwa, masyarakat, sekolah, tentang berbagai hubungan (interaksi) yang bersipat pendidikan, serta nilai-nilai dan norma-norma yang berkaitan dengan proses pendidikan, dan segalanya .

 

  1. Analisa ilmiah terhadap realitas kehidupan sekarang yang actual (scientific analysis of current life) Pendekatan ini sasarannya adalah masalah-masalah kependidikan yang actual, yang menjadi problema masa ini. Dengan menggunakan mtode-metode ilmiah, dapat didiskripsikan dan kemudian dipahami permasalahan – permasalahan yang hidup dan berkembang dalam masyrakat dan dalam proses pendidikan serta aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan.

Selanjutnya harry schofield,sebagaimana dikemukakan oleh imam barnadib dalam bukunya filsafat pendidikan, menekankan bahwa dalam analisa filsapat terhadap maslah-masalah pendidikan digunakan 2 macam Pendekatan, yaitu :

 

  1. Pendekatan filsafat histories

 

Dengan Pendekatan filsafat histories (historika filosofis), yaitu dengan cara mengadakan deteksi dari pertanyaan- pertanyaan filosofis yang diajukan, mana-mana yang telah mendapat jawaban dari para ahli filsafat sepanjang sejarah. Dalam sejarahny filsafat telah berkembang dalam sistematika., jenis dan aliran –aliran filsafat yang tertentu. Oleh karna itu, kalau diajukan pertanyaan tentang berbagai masalah filosofis dalam bidang pendidikan, jawabanya melekat pada masing-masing system, jenis dan aliran filsafat tersebut. Dari sekian jawaban tersebut, kemudian dipilih jawaban mana yang sesuai dan dibutuhkan.

 

  1. Pendekatan dengan menggunakan filsafat kritis.

 

Adapun cara Pendekatan filsafat kritis, dimaksudkan dengan cara mengajukan pertanyaan-prtanyaan filosofis dan diusahakan jawabannya secara filosofis pula, dengan menggunakan metode dan Pendekatan filosofis, selanjutnya schofild, mengemukakan ada dua cara analisa dalam Pendekatan filsafat kritis, yaitu:

 

  1. Analisa bahasa (lingualistik)
  2. Analisa konsep

 

Analisa bahasa adalah usaha untuk mengadakan interpetasi makna yang dimilikinya.

Sedangkan analisa konsep adalah suatu analisa mngenai istilah- istilah (kata-kata) yang mewakili gagasan atau konsep.

 

B. FILSAFAT DAN TEORI PENDIDIKAN

Tidak semua masalah kependidikan dapat dipecahkan dengan mengunakan metode ilmiah semata-mata. Banyak diantara masalah- masalah kependidikan tersebut yang merupakan pertanyaan- pertanyaan filosofis, yang memerlukan Pendekatan filosofis pula dalam memecahkannya. Analisa filsafat terhadap masalah- masalah kependidikan tersebut, dan atas dasar itu bisa disusun secara sistematis teori- teori pendidikan.disamping itu jawaban- jawaban yang telah dikemukakan oleh jenis dan aliran fisafat tertentu sepanjang sejarah terhadap problematika pendidikan yang dihadapinya, menunjukan pandangan- pandangan tertentu, yang tentunya juga akan memperkaya teori-teori pendidikan. Dengan demikian, terdapat hubungan fungsional antara filsafat dengan teori pendidikan.

Hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan tersebut, secara lebih rinci dapapt di uraikan sebagai berikut :

  1. Filsafat, dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara Pendekatan yang digunakan oleh para ahli pendidikan dalam memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori- teori pendidikannya, disamping menggunakan metode- metode ilmiah lainnya. Sementara itu dengan filsafat, sebagi pandangan tertentu terhadap sesuatu obyek, misalnya filsafat idelisme, realisme, materialisme dan sebaginya, akan mewarnai pula pandangan ahli pendidikan tersebut dalam teori- teori pendidikan yang dikembangkannya. Aliran filsafat tertentu terhadap teori- teori pendidikan yang di kembangkan atas dasar aliran filsafat tersebut. Dengan kata lain, teori- teori dan pandangan- pandangan filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh fillosof, tentu berdasarkan dan bercorak serta diwarnai oleh pandangan dan airan filsafat yang dianutnya.

 

  1. Filsafat,juga berpungsi memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya, yang berdasarkan dan menurut pandangan dan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.artinya mengarahkan agar teori-teori dan pandangan filsafat pendidikan yang telah dikembangkan tersebut bisa diterapkan dalam praktek kependidikan sesuai dengan kenyataan dan kebutuhan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat. Di samping itu, adalah merupakan kenyataan bahwa setiap masyarakat hidup dengan pandangan filsafat hidupnya sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, dan dengan sendirinya akan menyangkut kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Di sinilah letak fungsi filsafat dan filsafat pendidikan dalam memilih dan mengarahkan teori-teori pendidikan dan kalau perlu juga merevisi teori pendidikan tersebut, yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan, tujuan dan pandangan hidup dari masyarakat.

 

 

 

  1. Filsafat, termasuk juga filsafat pendidikan, juga mempunyai fungsi untuk memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik. Suatu praktek kependidikan yang didasarkan dan diarahkan oleh suatu filsafat pendidikan tertentu, akan menghasilkan dan menimbulkan bentuk-bentuk dan gejala-gejalan kependidikan yang tertentu pula. Hal ini adalah data-data kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat tertentu. Analisa filsafat berusaha untuk menganalisa dan memberikan arti terhadap data-data kependidikan tersebut, dan untuk selanjutnya menyimpulkan serta dapat disusun teori-teori pendidikan yang realistis dan selanjutnya akan berkembanglah ilmu pendidikan (paedagogik).

Di samping hubungan fungsional tersebut, antara filsafat dan teori pendidikan, juga terdapat hubungan yang bersifat suplementer, sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saifullah dalam bukunya “Antara Filsafat dan Pendidikan”, sebagai berikut :

  1. Kegiatan merumuskan dasar-dasar, dan tujuan-tujuan pendidikan, konsep tentang sifat hakikat manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikannya.

 

 

  1. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan (science of education) yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran, termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan Negara.

Definisi di atas merangkum dua cabang ilmu pendidikan yaitu, filsafat pendidikan dan system atau teori pendidikan, dan hubungan antara keduanya adalah bahwa yang satu “supplemen” terhadap yang lain dan keduanya diperlukan oleh setiap guru sebagai pendidik dan bukan hanya sebagai pengajar di bidang studi tertentu”.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ali Saifullah H.A., Antara Filsafat dan Pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1983

H.B Hamdani Ali, MA. M.ED., Filsafat Pendidikan, Kota Kembang, Yogyakarta, 1987

Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, Al_Ma’arif, Bandung, 1980

Prof. Dr. H. Ishak Abdulhak, M.Pd., Dasar-Dasar Kependidikan, Rosda, Bandung, 2008

HAK ASASI MANUSIA DALAM ISLAM

HAK ASASI MANUSIA DALAM ISLAM 
Oleh: Mahfudz Siddiq 
 

(1) HAM Menurut Konsep Barat

stilah hak asasi manusia baru muncul setelah Revolusi Perancis, dimana para tokoh borjuis berkoalisi dengan tokoh-tokoh gereja untuk merampas hak-hak rakyat yang telah mereka miliki sejak lahir. Akibat dari penindasan panjang yang dialami masyarakat Eropa dari kedua kaum ini, muncullah perlawanan rakyat dan yang akhirnya berhasil memaksa para raja mengakui aturan tentang hak asasi manusia.

Diantaranya adalah pengumuman hak asasi manusia dari Raja John kepada rakyat Inggris tahun 1216. Di Amerika pengumuman dilakukan tahun 1773. Hak asasi ini lalu diadopsi oleh tokoh-tokoh Revolusi Perancis dalam bentuk yang lebih jelas dan luas, serta dideklarasikan pada 26 Agustus 1789. Kemudian deklarasi Internasional mengenai hak-hak asasi manusia dikeluarkan pada Desember 1948.

Akan tetapi sebenarnya bagi masyarakat muslim, belum pernah mengalami penindasan yang dialami Eropa, dimana sistem perundang-undangan Islam telah menjamin hak-hak asasi bagi semua orang sesuai dengan aturan umum yang diberikan oleh Allah kepada seluruh ummat manusia.

Dalam istilah modern, yang dimaksud dengan hak adalah wewenang yang diberikan oleh undang-undang kepada seseorang atas sesuatu tertentu dan nilai tertentu. Dan dalam wacana modern ini, hak asasi dibagi menjadi dua:

  1. Hak asasi alamiah manusia sebagai manusia, yaitu menurut kelahirannya, seperti: hak hidup, hak kebebasan pribadi dan hak bekerja.
  2. Hak asasi yang diperoleh manusia sebagai bagian dari masyarakat sebagai anggota keluarga dan sebagai individu masyarakat, seperti: hak memiliki, hak berumah-tangga, hak mendapat keamanan, hak mendapat keadilan dan hak persamaan dalam hak.

Terdapat berbagai klasifikasi yang berbeda mengenai hak asasi manusia menurut pemikiran barat, diantaranya :

  1. Pembagian hak menurut hak materiil yang termasuk di dalamnya; hak keamanan, kehormatan dan pemilihan serta tempat tinggal, dan hak moril, yang termasuk di dalamnya: hak beragama, hak sosial dan berserikat.
  2. Pembagian hak menjadi tiga: hak kebebasan kehidupan pribadi, hak kebebasan kehidupan rohani, dan hak kebebasan membentuk perkumpulan dan perserikatan.
  3. Pembagian hak menjadi dua: kebebasan negatif yang memebentuk ikatan-ikatan terhadap negara untuk kepentingan warga; kebebasan positif yang meliputi pelayanan negara kepada warganya.

Dapat dimengerti bahwa pembagian-pembagian ini hanya melihat dari sisi larangan negara menyentuh hak-hak ini. Sebab hak asasi dalam pandangan barat tidak dengan sendirinya mengharuskan negara memberi jaminan keamanan atau pendidikan, dan lain sebagainya. Akan tetapi untuk membendung pengaruh Sosialisme dan Komunisme, partai-partai politik di Barat mendesak agar negara ikut campur-tangan dalam memberi jaminan hak-hak asasi seperti untuk bekerja dan jaminan sosial.

 

(2) HAM Menurut Konsep Islam

ak asasi dalam Islam berbeda dengan hak asasi menurut pengertian yang umum dikenal. Sebab seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan. Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka negara bukan saja menahan diri dari menyentuh hak-hak asasi ini, melainkan mempunyai kewajiban memberikan dan menjamin hak-hak ini.

Sebagai contoh, negara berkewajiban menjamin perlindungan sosial bagi setiap individu tanpa ada perbedaan jenis kelamin, tidak juga perbedaan muslim dan non-muslim. Islam tidak hanya menjadikan itu kewajiban negara, melainkan negara diperintahkan untuk berperang demi melindungi hak-hak ini. Dari sinilah kaum muslimin di bawah Abu Bakar memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.

Negara juga menjamin tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak ini dari pihak individu. Sebab pemerintah mempunyai tuga sosial yang apabila tidak dilaksanakan berarti tidak berhak untuk tetap memerintah. Allah berfirman:

“Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukannya di muka bumi, niscaya mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Dan kepada Allah-lah kembali semua urusan.”(QS. 22: 4)

Jaminan Hak Pribadi

Jaminan pertama hak-hak pribadi dalam sejarah umat manusia adalah dijelaskan Al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya… dst.” (QS. 24: 27-28)

Dalam menjelaskan ayat ini, Ibnu Hanbal dalam Syarah Tsulatsiyah Musnad Imam Ahmad menjelaskan bahwa orang yang melihat melalui celah-celah ointu atau melalui lubang tembok atau sejenisnya selain membuka pintu, lalu tuan rumah melempar atau memukul hingga mencederai matanya, maka tidak ada hukuman apapun baginya, walaupun ia mampu membayar denda.

Jika mencari aib orang dilarang kepada individu, maka itu dilarang pula kepada negara. Penguasa tidak dibenarkan mencari-cari kesalahan rakyat atau individu masyarakat. Rasulullah saw bersabda: “Apabila pemimpin mencari keraguan di tengah manusia, maka ia telah merusak mereka.” Imam Nawawi dalam Riyadus-Shalihin menceritakan ucapan Umar: “Orang-orang dihukumi dengan wahyu pada masa rasulullah saw. Akan tetapi wahyu telah terhenti. Oleh karenanya kami hanya menghukumi apa yang kami lihat secara lahiriah dari amal perbuatan kalian.”

Muhammad Ad-Daghmi dalam At-Tajassus wa Ahkamuhu fi Syari’ah Islamiyah mengungkapkan bahwa para ulama berpendapat bahwa tindakan penguasa mencari-cari kesalahan untuk mengungkap kasus kejahatan dan kemunkaran, menggugurkan upayanya dalam mengungkap kemunkaran itu. Para ulama menetapkan bahwa pengungkapan kemunkaran bukan hasil dari upaya mencari-cari kesalahan yang dilarang agama.

Perbuatan mencari-cari kesalahan sudah dilakukan manakala muhtasib telah berupaya menyelidiki gejala-gejala kemunkaran pada diri seseorang, atau dia telah berupaya mencari-cari bukti yang mengarah kepada adanya perbuatan kemunkaran. Para ulama menyatakan bahwa setiap kemunkaran yang berlum tampak bukti-buktinya secara nyata, maka kemunkaran itu dianggap kemunkaran tertutup yang tidak dibenarkan bagi pihak lain untuk mengungkapkannya. Jika tidak, maka upaya pengungkapan ini termasuk tajassus yang dilarang agama.

 

(3) Nash Qur’an dan Sunnah tentang HAM

eskipun dalam Islam, hak-hak asasi manusia tidak secara khusus memiliki piagam, akan tetapi Al-Qur’an dan As-Sunnah memusatkan perhatian pada hak-hak yang diabaikan pada bangsa lain. Nash-nash ini sangat banyak, antara lain:

  1. Dalam al-Qur’an terdapat sekitar empat puluh ayat yang berbicara mengenai paksaan dan kebencian. Lebih dari sepuluh ayat bicara larangan memaksa, untuk menjamin kebebasan berfikir, berkeyakinan dan mengutarakan aspirasi. Misalnya:“Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu, barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir, biarlah ia kafir.” (QS. 18: 29)
  2. Al-Qur’an telah mengetengahkan sikap menentang kedzaliman dan orang-orang yang berbuat dzalim dalam sekitar tiga ratus dua puluh ayat, dan memerintahkan berbuat adil dalam lima puluh empat ayat yang diungkapkan dengan kata-kata:‘adl, qisth dan qishas.
  3. Al-Qur’an mengajukan sekitar delapan puluh ayat tentang hidup, pemeliharaan hidup dan penyediaan sarana hidup. Misalnya: “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS. 5: 32). Juga Qur’an bicara kehormatan dalam sekitar dua puluh ayat.
  4. Al-Qur’an menjelaskan sekitar seratus lima puluh ayat tentang ciptaan dan makhluk-makhluk, serta tentang persamaan dalam penciptaan. Misalnya: “… Orang yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertawa diantara kamu.”(QS. 49: 13)
  5. Pada haji wada’ Rasulullah menegaskan secara gamblang tentang hak-hak asasi manusia, pada lingkup muslim dan non-muslim, pemimpin dan rakyat, laki-laki dan wanita. Pada khutbah itu nabi saw juga menolak teori Yahudi mengenai nilai dasar keturunan.

Manusia di mata Islam semua sama, walau berbeda keturunan, kekayaan, jabatan atau jenis kelamin. Ketaqwaan-lah yang membedakan mereka. Rakyat dan penguasa juga memiliki persamaan dalam Islam. Yang demikian ini hingga sekarang belum dicapai oleh sistem demokrasi modern. Nabi saw sebagai kepala negara juga adalah manusia biasa, berlaku terhadapnya apa yang berlaku bagi rakyat. Maka Allah memerintahkan beliau untuk menyatakan: “Katakanlah bahwa aku hanyalah manusia biasa, hanya saja aku diberi wahyu, bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa.” (QS. 18: 110).

 

(4) Rumusan HAM dalam Islam

pa yang disebut dengan hak asasi manusia dalam aturan buatan manusia adalah keharusan (dharurat) yang mana masyarakat tidak dapat hidup tanpa dengannya. Para ulama muslim mendefinisikan masalah-masalah dalam kitab Fiqh yang disebut sebagai Ad-Dharurat Al-Khams, dimana ditetapkan bahwa tujuan akhir syari’ah Islam adalah menjaga akal, agama, jiwa, kehormatan dan harta benda manusia.

Nabi saw telah menegaskan hak-hak ini dalam suatu pertemuan besar internasional, yaitu pada haji wada’. Dari Abu Umamah bin Tsa’labah, nabi saw bersabda: “Barangsiapa merampas hak seorang muslim, maka dia telah berhak masuk neraka dan haram masuk surga.” Seorang lelaki bertanya: “Walaupun itu sesuatu yang kecil, wahay rasulullah ?” Beliau menjawab: “Walaupun hanya sebatang kayu arak.” (HR. Muslim).

Islam berbeda dengan sistem lain dalam hal bahwa hak-hak manusia sebagai hamba Allah tidak boleh diserahkan dan bergantung kepada penguasa dan undang-undangnya. Tetapi semua harus mengacu pada hukum Allah. Sampai kepada soal shadaqah tetap dipandang sebagaimana hal-hal besar lain. Misalnya Allah melarang bershadaqah (berbuat baik) dengan hal-hal yang buruk. “Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya…” (QS. 2: 267).

1. Hak-hak Alamiah

Hak-hak alamiah manusia telah diberikan kepada seluruh ummat manusia sebagai makhluk yang diciptakan dari unsur yang sama dan dari sumber yang sama pula (lihat QS. 4: 1, QS. 3: 195).

a. Hak Hidup

Allah menjamin kehidupan, diantaranya dengan melarang pembunuhan dan meng-qishas pembunuh (lihat QS. 5: 32, QS. 2: 179). Bahkan hak mayit pun dijaga oleh Allah. Misalnya hadist nabi: “Apabila seseorang mengkafani mayat saudaranya, hendaklah ia mengkafani dengan baik.” Atau “Janganlah kamu mencaci-maki orang yang sudah mati. Sebab mereka telah melewati apa yang mereka kerjakan.” (Keduanya HR. Bukhari).

b. Hak Kebebasan Beragama dan Kebebasan Pribadi

Kebebasan pribadi adalah hak paling asasi bagi manusia, dan kebebasan paling suci adalah kebebasan beragama dan menjalankan agamanya, selama tidak mengganggu hak-hak orang lain. Firman Allah: “Dan seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman orang di muka bumi seluruhnya. Apakah kamu memaksa manusia supaya mereka menjadi orang beriman semuanya?” (QS. 10: 99).

Untuk menjamin kebebasan kelompok, masyarakat dan antara negara, Allah memerintahkan memerangi kelompok yang berbuat aniaya terhadap kelompok lain (QS. 49: 9). Begitu pula hak beribadah kalangan non-muslim. Khalifah Abu Bakar menasehati Yazid ketika akan memimpin pasukan: “Kamu akan menemukan kaum yang mempunyai keyakinan bahwa mereka tenggelam dalam kesendirian beribadah kepada Allah di biara-biara, maka biarkanlah mereka.” Khalid bin Walid melakukan kesepakatan dengan penduduk Hirah untuk tidak mengganggu tempat peribadahan (gereja dan sinagog) mereka serta tidak melarang upacara-upacaranya.

Kerukunan hidup beragama bagi golongan minoritas diatur oleh prinsip umum ayat “Tidak ada paksaan dalam beragama.” (QS. 2: 256).

Sedangkan dalam masalah sipil dan kehidupan pribadi (ahwal syakhsiyah) bagi mereka diatur syari’at Islam dengan syarat mereka bersedia menerimanya sebagai undang-undang. Firman Allah: “Apabila mereka (orang Yahudi) datang kepadamu minta keputusan, berilah putusan antara mereka atau biarkanlah mereka. Jika engkau biarkan mereka, maka tidak akan mendatangkan mudharat bagimu. Jika engkau menjatuhkan putusan hukum, hendaklah engkau putuskan dengan adil. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang adil.” (QS. 5: 42). Jika mereka tidak mengikuti aturan hukum yang berlaku di negara Islam, maka mereka boleh mengikuti aturan agamanya – selama mereka berpegang pada ajaran yang asli. Firman Allah: “Dan bagaimana mereka mengangkat kamu sebagai hakim, sedangkan ada pada mereka Taurat yang di dalamnya ada hukum Allah? Kemudian mereka tidak mengindahkan keputusanmu. Sesungguhnya mereka bukan orang-orang yang beriman .” (QS.5: 7).

c. Hak Bekerja

Islam tidak hanya menempatkan bekerja sebagai hak tetapi juga kewajiban. Bekerja merupakan kehormatan yang perlu dijamin. Nabi saw bersabda: “Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan seseorang daripada makanan yang dihasilkan dari usaha tangannya sendiri.” (HR. Bukhari). Dan Islam juga menjamin hak pekerja, seperti terlihat dalam hadist: “Berilah pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah).

2. Hak Hidup

Islam melindungi segala hak yang diperoleh manusia yang disyari’atkan oleh Allah. Diantara hak-hak ini adalah :

a. Hak Pemilikan

Islam menjamin hak pemilikan yang sah dan mengharamkan penggunaan cara apapun untuk mendapatkan harta orang lain yang bukan haknya, sebagaimana firman Allah: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan bathil dan janganlah kamu bawa urusan harta itu kepada hakim agar kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahuinya.” (QS. 2: 188). Oleh karena itulah Islam melarang riba dan setiap upaya yang merugikan hajat manusia. Islam juga melarang penipuan dalam perniagaan. Sabda nabi saw: “Jual beli itu dengan pilihan selama antara penjual dan pembeli belum berpisah. Jika keduanya jujur dalam jual-beli, maka mereka diberkahi. Tetapi jika berdusta dan menipu berkah jual-bei mereka dihapus.” (HR. Al-Khamsah)

Islam juga melarang pencabutan hak milik yang didapatkan dari usaha yang halal, kecuali untuk kemashlahatan umum dan mewajibkan pembayaran ganti yang setimpal bagi pemiliknya. Sabda nabi saw: “Barangsiapa mengambil hak tanah orang lain secara tidak sah, maka dia dibenamkan ke dalam bumi lapis tujuh pada hari kiamat.” Pelanggaran terhadap hak umum lebih besar dan sanksinya akan lebih berat, karena itu berarti pelanggaran tehadap masyarakat secara keseluruhan.

b. Hak Berkeluarga

Allah menjadikan perkawinan sebagai sarana mendapatkan ketentraman. Bahkan Allah memerintahkan para wali mengawinkan orang-orang yang bujangan di bawah perwaliannya (QS. 24: 32). Aallah menentukan hak dan kewajiban sesuai dengan fithrah yang telah diberikan pada diri manusia dan sesuai dengan beban yang dipikul individu.

Pada tingkat negara dan keluarga menjadi kepemimpinan pada kepala keluarga yaitu kaum laki-laki. Inilah yang dimaksudkan sebagai kelebihan laki-laki atas wanita (QS. 4: 34). Tetapi dalam hak dan kewajiban masing-masing memiliki beban yang sama.“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari istrinya.” (QS. 2: 228)

c. Hak Keamanan

Dalam Islam, keamanan tercermin dalam jaminan keamanan mata pencaharian dan jaminan keamanan jiwa serta harta benda. Firman Allah: “Allah yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 3-4).

Diantara jenis keamanan adalah dilarangnya memasuki rumah tanpa izin (QS. 24: 27). Jika warga negara tidak memiliki tempat tinggal, negara berkewajiban menyediakan baginya. Termasuk keamanan dalam Islam adalah memberi tunjangan kepada fakir miskin, anak yatim dan yang membutuhkannya. Oleh karena itulah, Umar bin Khattab menerapkan tunjangan sosial kepada setiap bayi yang lahir dalam Islam baik miskin ataupun kaya. Dia berkata: “Demi Allah yang tidak ada sembahan selain Dia, setiap orang mempunyai hak dalam harta negara ini, aku beri atau tidak aku beri.” (Abu Yusuf dalam Al-Kharaj). Umar jugalah yang membawa seorang Yahudi tua miskin ke petugas Baitul-Maal untuk diberikan shadaqah dan dibebaskan dari jizyah.

Bagi para terpidana atau tertuduh mempunyai jaminan keamanan untuk tidak disiksa atau diperlakukan semena-mena. Peringatan rasulullah saw: “Sesungguhnya Allah menyiksa orang-orang yang menyiksa manusia di dunia.” (HR. Al-Khamsah). Islam memandang gugur terhadap keputusan yang diambil dari pengakuan kejahatan yang tidak dilakukan. Sabda nabi saw: “Sesungguhnya Allah menghapus dari ummatku kesalahan dan lupa serta perbuatan yang dilakukan paksaan” (HR. Ibnu Majah).

Diantara jaminan keamanan adalah hak mendpat suaka politik. Ketika ada warga tertindas yang mencari suaka ke negeri yang masuk wilayah Darul Islam. Dan masyarakat muslim wajib memberi suaka dan jaminan keamanan kepada mereka bila mereka meminta. Firman Allah: “Dan jika seorang dari kaum musyrikin minta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ke tempat yang aman baginya.” (QS. 9: 6).

d. Hak Keadilan

Diantara hak setiap orang adalah hak mengikuti aturan syari’ah dan diberi putusan hukum sesuai dengan syari’ah (QS. 4: 79). Dalam hal ini juga hak setiap orang untuk membela diri dari tindakan tidak adil yang dia terima. Firman Allah swt: “Allah tidak menyukai ucapan yang diucapkan terus-terang kecuali oleh orang yang dianiaya.” (QS. 4: 148).

Merupakan hak setiap orang untuk meminta perlindungan kepada penguasa yang sah yang dapat memberikan perlindungan dan membelanya dari bahaya atau kesewenang-wenangan. Bagi penguasa muslim wajib menegakkan keadilan dan memberikan jaminan keamanan yang cukup. Sabda nabi saw: “Pemimpin itu sebuah tameng, berperang dibaliknya dan berlindung dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Termasuk hak setiap orang untuk mendapatkan pembelaan dan juga mempunyai kewajiban membela hak orang lain dengan kesadarannya. Rasulullah saw bersabda: “Maukah kamu aku beri tahu saksi yang palng baik? Dialah yang memberi kesaksian sebelum diminta kesaksiannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi). Tidak dibenarkan mengambil hak orang lain untuk membela dirinya atas nama apapun. Sebab rasulullah menegaskan: “Sesungguhnya pihak yang benar memiliki pembelaan.” (HR. Al-Khamsah). Seorang muslim juga berhak menolak aturan yang bertentangan dengan syari’ah, dan secara kolektif diperintahkan untuk mengambil sikap sebagai solidaritas terhadap sesama muslim yang mempertahankan hak.

e. Hak Saling Membela dan Mendukung

Kesempurnaan iman diantaranya ditunjukkan dengan menyampaikan hak kepada pemiliknya sebaik mungkin, dan saling tolong-menolong dalam membela hak dan mencegah kedzaliman. Bahkan rasul melarang sikap mendiamkan sesama muslim, memutus hubungan relasi dan saling berpaling muka. Sabda nabi saw: “Hak muslim terhadap muslim ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar ke kubur, memenuhi undangan dan mendoakan bila bersin.” (HR. Bukhari).

f. Hak Keadilan dan Persamaan

Allah mengutus rasulullah untuk melakukan perubahan sosial dengan mendeklarasikan persamaan dan keadilan bagi seluruh umat manusia (lihat QS. Al-Hadid: 25, Al-A’raf: 157 dan An-Nisa: 5). Manusia seluruhnya sama di mata hukum. Sabda nabi saw: “Seandainya Fathimah anak Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada masa rasulullah banyak kisah tentang kesamaan dan keadilan hukum ini. Misalnya kasus putri bangsawan dari suku Makhzum yang mencuri lalu dimintai keringanan hukum oleh Usamah bin Zaid, sampai kemudian rasul menegur dengan: “…Apabila orang yang berkedudukan di antara kalian melakukan pencurian, dia dibiarkan. Akan tetapi bila orang lemah yang melakukan pencurian, mereka memberlakukan hukum kriminal…” Juga kisah raja Jabalah Al-Ghassani masuk Islam dan melakukan penganiayaan saat haji, Umar tetap memberlakukan hukum meskipun ia seorang raja. Atau kisah Ali yang mengadukan seorang Yahudi mengenai tameng perangnya, dimana Yahudi akhirnya memenangkan perkara.

Umar pernah berpesan kepada Abu Musa Al-Asy’ari ketika mengangkatnya sebagai Qadli: “Perbaikilah manusia di hadapanmu, dalam majlismu, dan dalam pengadilanmu. Sehingga seseorang yang berkedudukan tidak mengharap kedzalimanmu dan seorang yang lemah tidak putus asa atas keadilanmu.”

 

(5) Tentang Kebebasan Mengecam Syari’ah

ebagian orang mengajak kepada kebebasan berpendapat, termasuk mengemukakan kritik terhadap kelayakan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pegangan hidup manusia modern. Disana terdengar suara menuntut persamaan hak laki-laki dengan wanita, kecaman terhadap poligami, tuntutan akan perkawinan campur (muslim-non muslim). Dan bahkan mereka mengajak pada pemahaman Al-Qur’an dengan mengubah inti misi Al-Qur’an.

Orang-orang dengan pandangan seperti ini pada dasarnya telah menempatkan dirinya keluar dari agama Islam (riddah) yang ancaman hukumannya sangat berat. Namun jika mayoritas ummat Islam menghendaki hukuman syari’ah atas mereka, maka jawaban mereka adalah bahwa Al-Qur’an tidak menyebutkan sanksi riddah. Dengan kata lain mereka ingin mengatakan bahwa sunnah nabi saw. Tidak memiliki kekuatan legal dalam syari’ah, termasuk sanksi riddah itu.

Untuk menjawab hal ini ada beberapa hal penting yang harus dipahami, yaitu :

  1. Kebebasan yang diartikan dengan kebebasan tanpa kendali dan ikatan tidak akan dapat ditemukan di masyarakat manapun. Ikatan dan kendali ini diantaranya adalah tidak dibenarkannya keluar dari aturan umum dalam negara. Maka tidak ada kebebasan mengecam hal-hal yang dipandang oleh negara sebagai pilar-pilar pokok bagi masyarakat.
  2. Islam tidak memaksa seseorang untuk masuk ke dalam Islam, melainkan menjamin kebebasan kepada non-muslim untuk menjalankan syari’at agamanya meskipun bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu, manakala ada seorang muslim yang mengklaim bahwa agamnya tidak sempurna, berarti ia telah melakukan kesalahan yang diancam oleh rasulullah saw: “Barangsiapa mengganti agamanya, maka bunuhlah ia.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Meskipun terdapat kebebasan dalam memeluk Islam, tidak berarti bagi orang yang telah masuk Islam mempunyai kebebasan untuk merubah hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  4. Dalam Islam tidak ada konsep rahasia di tangan orang suci, dan tidak ada pula kepercayaan yang bertentangan dengan penalaran akal sehat seperti Trinita dan Kartu Ampunan. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi penentang Islam untuk keluar dari Islam atau melakukan perubahan terhadap Islam.
  5. Islam mengakui bahwa agama Ahli Kitab. Dari sini Islam membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita Ahli Kitab, karena garis nasab dalam Islam ada di tangan laki-laki.
  6. Sanksi riddah tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana ibadah dan muamalah lainnya. Al-Qur’an hanya menjelaskan globalnya saja dan menugaskan rasulullah saw menjelaskan rincian hukum dan kewajiban. Firman Allah: “Dan telah Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menjelaskan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya.” (QS. 16: 44).

SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF – SALAFI (AKHLAQI), FALSAFI, DAN SYI’I

BAB II PEMBAHASAN

PENGERTIAN TASAWUF

Kata tasawuf diambil dari kata shafa yang berarti bersih. Dinamakan shufi karena hatinya tulus dan bersih di hadapan Tuhannya. Teori lain mengatakan bahwa kata tersebut diambil dari kata Shuffah yang berarti serambi Masjid Nabawi di Madinah yang ditempati oleh sahabat-sahabat Nabi yang miskin dari golongan Muhajirin. Mereka disebut ahl as-shuffah yang sungguh pun miskin namun berhati mulia dan memang sifat tidak mementingkan kepentingan dunia dan berhati mulia adalah sifat-sifat kaum sufi. Teori lainnya menegaskan bahwa kata sufi diambil dari kata “shuf” yaitu kain yang dibuat dari bulu atau “wool”, dan kaum sufi memilih memakai wool yang kasar sebagai simbol kesederhanaan.

Dari berbagai teori di atas, tampak bisa dipahami bahwa sufi dapat dihubungkan dengan dua aspek, yaitu aspek lahiriyah dan bathiniyah. Teori yang menghubungkan orang yang menjalani kehidupan tasawuf dengan orang yang berada di serambi masjid dan bulu domba merupakan tinjauan aspek lahiriyah dari shufi. Ia dianggap sebagai orang yang telah meninggalkan dunia dan hasrat jasmani, dan menggunakan benda-benda di dunia hanya untuk sekedar menghindarkan diri dari kepanasan, kedinginan dan kelaparan. Sedangkan teori yang melihat sufi sebagai orang yang mendapat keistimewaan di hadapan Tuhan nampak lebih memberatkan pada aspek bathiniyah.

Tasawuf sebagaimana disebutkan dalam artinya di atas bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan, dan intisari dari sufisme itu adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dan Tuhan dengan cara mengasingkan diri dan berkontemplasi. Kesadaran berada dekat dengan Tuhan itu dapat mengambil bentuk ittihad atau menyatu dengan Tuhan.

Dalam ajaran tasawuf, seorang sufi tidak begitu saja dapat berada dekat dengan Tuhan, melainkan terlebih dahulu ia harus menempuh latihan tertentu. Ia misalnya harus menempuh beberapa maqam (stasiun), yaitu disiplin kerohanian yang ditujukan oleh seorang calon sufi dalam bentuk berbagai pengalaman yang dirasakan dan diperoleh melalui usaha-usaha tertentu.

Mengenai jumlah maqamat yang harus ditempuh oleh para sufi berbeda-beda sesuai dengan pengalaman pribadi yang bersangkutan. Abu Bakar Muhammad al-Kalabadzi misalnya, mengemukakan beberapa mawamat, yaitu : taubat, zuhud, sabar, al-faqr, al-tawadlu’, taqwa, tawakkal, al-ridla, al-mahabbah, al-ma’rifat dan kerelaan hati.

SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF SALAFI (AKHLAQI), FALSAFI, DAN SYI’I
Dalam sejarah perkembangannya, para ahli membagi tasawuf menjadi dua arah perkembangan. Ada tasawuf yang mengarah pada teori-teori perilaku; ada pula tasawuf yang mengarah pada teori-teori yang begitu rumit dan memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Pada perkembangannya, tasawuf yang berorientasi ke arah pertama sering di sebut sebagai tasawuf Salafi. Tasawuf Akhlaki, tasawuf Sunni. Tasawuf jenis ini banyak dikembangkan oleh kaum salaf. Adapun tasawuf yang berorientasikan ke arah kedua disebut sebagai tasawuf falsafi. Tasawuf jenis kedua banyak dikembangkan para sufi yang berlatar belakang sebagai filosof, disamping sebagai sufi.
Pemnbagian dua jenis tasawuf di atas didasarkan atas kecendrunganajaran yang dikembangkan, yakni kecendrungan pada pemikiran. Dua kecendrungan ini terus berkembang hingga masing-masing mempunyai jalan sendiri-sendiri, untuk melihat perkembangan tasawuf ke arah yang berbeda ini, perlu dilihat lebih jauh tentang gerak sejarah perkembangannya.
A.SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF SALAFI ( AKHLAQI)
Pada mulanya, tasawuf merupakan perkembangan dari pemahaman tentang makna institusi-institusi Islam. Sejak zaman sahabat dan tabi’in, kecendrungan pandangan orang terhadap ajaran Islam secara lebih analitis mulai muncul. Ajaran Islam mereka dapat dipandang dari dua aspek, yaitu aspek lahiriah [seremonial] dan aspek batiniah [spiritual], atau aspek “dalam”. Pendalaman dan pengalaman aspek “dalamnya” mulai terlihat sebagai hal yang paling utama, tentunya tanpa mengabaikan aspek “luarnya” yang di motivasikan untuk membersihkan jiwa. Tanggapan perenungan mereka lebih beroriantasi pada aspek “dalam”, yaitu cara hidup yang lebih mengutamakan rasa, lebih mementingkan keagungan Tuha n dan bebas dari egoisme.
Sejarah dan perkembangan tasawuf salafi [akhlaki] mengalami beberapa fase barikut.
1.Abad Kesatu dan Kedua Hijriyah
Di sebut juga dengan fase asketisme [zuhud]. Sikap asketisme [zuhud] ini banyak dipandang sebagai pengantar kemunculan tasawuf. Fase asketisma ini tumbuh pada abad pertama dan kedua Hijriyah. Pada masa ini, terdapat individu-individu dari kalangan muslim yang lebih memusatkan dirinya pada ibadah. Mereka menjalankan konsepsi asketis dalam kehidupannya, yaitu tridak mementingkan makanan, pakaian maupun tempat tinggal. Mereka lebih nayak beramal untuk hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan akhirat, yang menyebabkan mereka lebih memusatkan diri pada jalur kehidupan dan tingkah laku yang asketis. Tokoh yang sangat populer dikalangan mereka addalah Hasan Al-Bashri [meninggal pada 110 H] dan Rabi’ah Al-Adawiyah [meningga pada 185 H]. Kedua tokoh ini dijuluki sebagai zabhid.

2.Abad Ketiga Hijriyah
Sejak abad ketiga Hijriyah, para sufi mulai menaruh perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan jiwa fan tingkah laku. Perkembangan doktrin-doktrin dan tinbgkah laku sufi ditandai dengan upaya menegakkan moral di tengah terjadinya dekadensi moral yang berkembang ketika itu, sehingga di tanag mereka, tasawuf pun berkembang menjadi ilmu moral keagamaan atau ilmu akhlak keagamaan. Pembahasan mereka tentang moral, akhirnya, mendorongnya untuk semakin mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan akhlak.
Kajian yang berkenaan dengan akhlak ini menjadikanh tasawuf terlihat sebagai amalan yang sangat sederhana dan mudah dppraktikkan semua orang. Kesederhanaanya dapat dilihat dari kemudahan landasan-landasan atau alur berpikirnya. Tasawuf pada akhir yang sederhana ini tampaknya banyak ditampilkan oleh kaum salaf. Perhatian mereka lebih tertuju pada realitas pengalaman Islam dalam praktik yang lebih menekankan keterpujian perilaku manusia.
Mereka melaksanakan amalan-amalan tasawuf dengan menampilkan akhlak-akhlak atau moral yang terpuji, dengan maksud memahami kandungan batiniah ajaran Islam yang mereka nilai banyak mengandung muatan anjuran untuk berakhlak terpuji. Kondisi ini mulai berkembang di tengah kehidupan lahiriah yang sangat formal dan cenderung kurang diterima oleh mereka yang mendambakan konsitensi pengaalaman ajaran Islam sampai pada aspek terdalam. Oleh karena itu, ketika menyaksikan ketidak beresan perilaku [akhlak] di sekitarrnya, mereka menanamkan kembali akhlak mulia. Pada masa ini, tasawuf identilk dengan akhlak.
Pada abad ketiga terlihat perkembangan tasawuf yang pesat, ditandai dengan adanya segolongan ahli tasawuf yang mencoba menyelidiki inti ajaran tasawuf yang berkembang masa itu, mereka membaginya menjadi tiga macam, yaitu:
a. Tasawuf yang berintikan ilmu jiwa, yaitu tasawuf yang berisi suatu metode tang lengkap tentang pengobatan jiwa, yang mengkonsentreasikan kejiwqan manusia kepaqda Khaliqnya, sehingga ketegangan kejiwaan akibat pengaruh keduniaan dapat teratasi dengan baik. Kenyataanya, inti tasawuf ini dijadikan dasar teori oleh pisikiater zaman sekarang dalam mengobati pasiennya. Dengan demikian, pengenalan teoretis yang berdasarkan inti ajaran tasawuf, dapat mengaruhi keutuhan tingkat kesadaran mental dan kejiwaan seseorang yang mampu memahaminya.
b. Tasawuf yang berintikan ilmu akhlak; yaitu didalamnya terkandung petunjuk-petunjuk tentang cara berbuat baik serta cara menghindarkan keburukkan; yang dilengkapi dengan riwayat dari kasus yang pernah dialami oleh para sahabat Nabi.
c. Tasawuf yang berintikan metafisika; yaitu didalamnya, terkandung ajaran yang melukiskan hakikat ilahi, yang merupakan satu-satunya yang ada dalam pengertian yang mutlak, serta melukiskan sifat-sifat Tuhan, yang menjadi alamat bagi orang-orang yang akan tajalli kepada-Nya.
3.Abad Keempat Hijriyah
Abd ini ditandai dengan kemajuan ilmu tasawuf yang lebih pesat dibandingkanb pada abad ketiga hijriyah, karna usaha maksimal para ulama tasawuf untuk mengembangkan ajaran tasawufnya masing-masing. Akibatnya, kota Baghdad yang hanya satu-satunya koa yang terkenal sebagai pusat kegiatan tasawuf yang paling besar sebelum masa itu, tersaingi oleh kota-kota besar lainnya.
Upaya untuk mengembangkan ajaran tasawuf diluar kota Baghdad, dipelopori oleh beberapa ulama tasawuf yang terkenal kealimannya, antara lain:
a. Musa Al-Anshary; mengajarkan ilmu tasawuf di Khurassan [persia atau Iran],dan wafat disana tahun 320 H.
b. Abu Hamid bin Muhammad Ar-Rubazy; mengajarkannya di salah satu kota di Mesir, dan wafat di sana tahun 322 H.
c. Abu Zaid Al-Adamy; mengajarkannya di Semenanjung Arabiah, dan wafat di sana tahun 314 H.
d. Abu Ali Muhammad bin Abdil Wahhab As-Sqafi; mengajarkannya di Naisabur dan kota Syarzaz, hingga ia wafat tahun 328 H.

Perkembangan tasawuf di berbagai negeri dan kota tidak mengurangi perkembangan tasawuf di kota Baghdad. Bahkan penulisan kitab-kitab tasawuf di sana mulai bermunculan, misalnya kitab Qutubul Qulbi Fi Mu’amalatil Mahbub, yang dikarang oleh Abu Thalib Al-Makky [meninggal di baghdad tahun 386 H].
Dalam pengajaran ilmu tasawuf di berbagai negeri dan kota, para ulama tersebut menggunakan sistem tarekat, sebagaimana yang dirintis oleh para ulama tasawuf pendahulunya. Sitem tersebut berupa pengajaran dari seorang guru terhadap murid-muridnya yang bersifat teoritas serta bimbingan langsung mengenai cara pelaksanaannya yang disebut “suluk” dalam ajaran tasawuf.
Sistem pengajaran tasawuf yang sering disebut tarekat, diberi nama yang sering dinisbatkan kepada nama penciptanya [gurunya], atau sering pula dinisbatkan kepada lahiarnya kegiatan tarekat itu.
Ciri-ciri lain yang terdapat pada abd ini, ditandai dengan semakin kuatnya unsur filsafat yang memengaruhi corak tasawuf, karena banyakna buku filsafat yang tersebar di kalangan umat Islam dari hasil terjemahan oranfg-orang muslim sejak permulaan Daulah Abbasiyah. Pada abad ini pula mulai dijelaskannya perbedaan ilmu zahir dan ilmu batin, yang dapat dibagi oleh ahli tasawuf menjadi empat macam, yaitu:
a. Ilmu Syariah
b. Ilmu Tariqah
c. Ilmu Haqiqah
d. Ilmu Ma’rifah

4.Abad Kelima Hijriyah
Pada abad kelima ini muncullah Imam Al-Ghazali, yang sepenuhnya hanya menerima tasawuf yang berdaqsarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta bertujuan asketisme, kehidupan sederhana, pelurusan jiwa, dan pembinaan moral. Pengetahuan tentang tasawuf dikajinya dengan begitu mendalam. Di sisi lain, ia melancarkan kritikan tajam terhadap para filosof, kaum M u’tazilah dan Batiniyah. Al-Ghazali-lah yang berhasil memancangkan prinsip-prinsip tasawuf yang moderat, yang sering dengan Ahlussunnah wal Jama’ah, dan bertentangan dengan tasawuf Al-Hajj dan Abu Yazid Al-Bustami, terutama mengenai soal karakter manusia.
Tasawuf pada abad kelima Hijriyah cenderung mengadakan pembaharuan, yakni dengan mengembalikannya ke landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Al-Qusyairi dan Al-Haraqwi dipandang sebagai tokoh sufi yang paling menonjol pada abad ini yang memberi bentuk tasawuf Sunni. Kitab Ar-Risaalah Al-Qusyairiyah memperlihatkan dengan jelas bagai mana Al-Qusyairi mengembalikan tasawuf keatas doktrin Ahlussunnah. Dalam penilaiannya, ia menegaskan bahwa para tokoh sufi aliran ini membina prinsip-prinsipn tasawuf atas landasan-landasan tauhgid yang benar sehingga doktrin mereka terpelihara dari penyimpangan. Selain itu, menurutnya, mereka lebih dekat dengan tauhid kaum salaf maupun Ahlussunnah yang menakjubkan. Al-Qusyairi secara implisit menolak para sufi yang mengajarkan syatahat, yang mengucapkan ungkapan-ungkapam penuh kesan terjadinya perpaduan antara sifat-sifat ketuhanan, khususnya sifat terdahulu-Nya, dengan sifat-sifat kemanusiaan, khususnya sifat baharunya.
Tokoh lainnya yang seirama dengan Qusyairi adalah Abu Isma’il Al-Anshari, yang sering disebut dengan Al-Harawi. Ia mendasarkan tasawufnya pada doktrin Ahlussunnah. Ia bahkan dipandang sebagai pengasas aliran pembaharuan dalam tasawuf dan penentang para sufi yang terkenal dengan keganjilan ungkapan-ungkapannya seperti Abu Yazid Al-Bustami dan Al-Hajj.
Dengan demikian, abad kelima Hijriyah merupakan tongggak yang menentukan bagi kejayaan tasawuf salafi [akhlaqi]. Pada abad tersebut, tasawuf salafi tersebar luas di kalangan dunia Islam. Fondasinya begitu dalam terpancang untuk jangka lama pada berbagai lapisan masyarakat Islam.
5.Abadd Keenam Hijriyah
Sejak abad keenam Hijriyah, sebagai akibat pengaruh keperibadian Al-Ghazali yang begitu besar, pengaruh tasawuf Sunni semakin meluas ke seluruh pelosok dunia Islam. Keadaan ini memberi peluang bagi munculnya para tokoh sufi yang membanggakan tarekat-tarekat dalam rangka medidik para muridnya, seperti Sayyaid Ahmad Ar-Rifa’i [meninggal pada tahun 570 H] dan Sayyid Abdul Qadir Al-Jailani [meninggal pada tahun 651H].
Tasawuf salafi [Aklaki], sebagaimana dituturkan Al-Qusyairi dalam Ar-Risalah-nya, diwakili para tokoh sufi dari abad ketiga dan keempat Hijriyah, Imam Al-Ghazali, dan para pemimpin tarekat yang mengikutinya.
Al-Ghazali dipandang sebagai pembela terbesar tasawuf salafi [akhlaqi]. Pandangan tasawufnya seiring dengan para sufi aliran pertama, para sufi abad ketiga dan keempat Hijriyah. Di sampin itu, pandangan-pandangannya seiring denganAl-Qusyairi dal Al-Harawi. Namun dari segi kperibadian, keluasan pengetahuan dan kedalaman tasawuf al-Ghazali lebih besar dibanding semua tokoh di atas. Ia sering diklaim sebagai seorang sufi terbesar dan terkuat pengaruhnya dalam khazanah ketasawufan di dunia Islam.
B.SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF FALSAFI
Tasawuf falsafi, disebut pula dengan tasawuf nazhari, merupakan tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional sebagai pengasasnya. Berbeda dengan tasawuf ssalafi (akhlaqi), tasawuf filosofis menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya. Terminologi filosofis tersebut berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah memengaruhi para tokohnya. Tasawuf filosofis ini mulai muncul dengan jelas dalam khazanah Islam sejak abad keenam Hijriyah, meskipun para tokohnya bbaru dikenal seabad kemudian. Sejak itu tsaswuf jenis ini terus hidup dan berkembang, terutama di kalangan para sufi yang juga filosof, sampai menjelang akhir-akhir ini.
Pemaduan antara tasawuf dan filsafat telah membuat ajaran-ajaran tasawuf filosofis bercampur dengan sejumlah ajaran filsafat di luar Islam, seperti Yunani, Persia, India, dan agama Nashrani. Namun, orisinalitasnya sebagai tasawuf tetap tidak hilang, karena para tokohnya ̶ meskipun mempunyai latar belakang kebudayaan dan pengetahuan yang berbeda sejalan ekspansi Islam yang telah meluas pada waktu itu ̶ tetap berusaha menjaga kemandirian ajaran-ajarannya, terutama bila dikaitkan dengan kedudukan mereka sebagai umat Islam. Sikap ini dapat menjawab pertanyaan mengapa para tokoh tasawuf filosofis begitu gigih mengompromikan ajaran-ajaran filsafat yang berasal dari luar Islam kedalam tasawuf mereka, serta menggunakan terminologi filsafat yang maknnya telah disesuaikan dengan ajaran-ajaran tasawuf yang mereka anut.
Para sufi yang juga filosof pendiri aliran tasawuf filosofis mengenal dengan baik filsafat Yunani serta berbagai alirannya misalnya Socrates, Plato, Aristoteles, aliran Stoa, dan aliran Neo Platonisme. Bahkan, mereka cukup akrab dengan filsafat yang seringkali disebut Hermetisme, yang karya-karyanya banyak diterjemahkan ke dalam bahsa arab, dan filsafat-filasafat Timur Kuno, baik dari persia maupun India, serta menelaah filsafat-filsafat para filosof muslim, seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan lain-lain. Mereka pun dipengaruhi aliran batiniah sekte isma’iliyyah dari aliran Syi’ah dan risalah-risalah Ikhwan Ashafa. Di samping itu, mereka memiliki pemahaman yang luas di bidang ilmu-ilmiu agama, seperti fiqh, kalam, hadis, serta tafsir. Jelasnya, mereka bercorak ensiklopedis dan berlatar belakang budaya yang bermacam-macam.
Selama abad kelima Hijriyah, aliran tasawuf salafi [akhlaqi] terus tumbuh dan berkembang. Sebaliknya, aliran tasawuf falsafi mulai tenggelam dan muncul kembali dengan bentuk lain pada pribadi-pribadi sufi yang juga filosof pada abad keempat Hijriyah dan setelahnya. Tenggelamnya aliran yang kedua ini pada dasarnya merupakan imbas kejayaan aliran teologi Ahlussunnah wal Jama’ah di atas aliran-aliran lainnya. Diantara kritik keras teologi Ahlussunnah wal Jama’ah dialamatkan pada keskstreman tasawuf Abu Yazid Al-Bustami, Al-Hallaj, dan para sufi lain yang ungkapan-ungkapannya terkenal ganjil, termasuk kecamannya terhadap berbagai penyimpangan lainnya yang mulai timbul dikalangan tasawuf. Kejayaan rasawuf sunni diakibatkan oleh kepiawaian Abu Hasan Al-Asy’ari [wafat 32 H] dalam menggagas pemikiran-pemikiran Sunninya, terutama dalam bidang ilmu kalam.
Sejak abad keenam Hijriyah muncul sekelompok tokoh tasawuf yang memadukan tasawuf mereka dengan filsafat, dengan teori mereka yang bersifat setengah-setengah. Artinya, disebut murni tasawuf bukan, dan disebut murni filsafat juga bukan. Di antara mereka terdapat Syukhrawandi Al-Maqtul [meninggal pada tahun 549 H], penyusun kitab Hikmah Al-Isyariqiyah, Syekh Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi [meninggal pada tahun 638 H], penyair sufi Mesir, Ibnu Faridh [meninggal pada tahun 632 H], Abdul Haqq Ibnu Sab’in Al-Mursi [meninggal pada tahun 669 H],l serta tokoh-tokoh lainnya yang sealiran. Mereka banyak menimba berbagai sumber dan pendapat asing, seperti filsafat Yunani dan Khususnya Neo Platonisme. Mereka pun banyak mempunyai teori mendalam mengenai soal jiwa, moral, pengetahuan, wujud dan sangat bernilai baik ditinjau dari segi tasawuf maupun filsafat, dan berdampak besar bagi para sufi mutakhir.
Dengan munculnya para sufi dan juga filosof ini, orang-orang mulai membedakan dengan tasawuf yang mula-mula berkembang, yakni tasawuf akhlaqi. Pada penyebutan selanjutnya, tasawuf akhlaqi ini kemudian identik dengan tasawuf Sunni dilihat pada upaya yang dilakukan oleh sufi-sufi dalam memagari tasawufnya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian, jelas sekali adanya klasifikasi aliran tasawuf menjadi dua, yaitu tasawuf sunni yang lebih berorientasi menampilkan oenokohan akhlaq, dan tasawuf falsafi, yakni aliran yang menonjolkan pemikiran-pemikiran filosofis dengan ungkapan-ungkapan ganjilnya [ayathahiyat] dalam ajaran-ajaran yang dikembangkannya. Ungkapan-ungkapan syathahiyat itu bertolak dari keadaan fana menuju pernyataan tentang terjadinya pentyatuan ataupun hulul.
Tokoh pertama yang dapat dipandang sebagai tokoh tasawuf falsafi adalah Ibn Masarrah [dari Cardova, Andalusia; w.319/1931]. Ia adalah filosof pertama yang muncul di Andalusia dan sekaligus ia disebut sebagai filosof sufi pertama di dunia Islam. Ia menganut paham emanasi Plotinus [w. 270 M] Tingkatan-Tingkatan wujud yang memancar dari Tuhan, dalam pahamnya, adalah materi pertama yang bersifat rohaniyah, kemudian akal universal, diikuti jiwa universal, kemudian natur universal, dan terakhir materi kedua yang bersifat murakkab [tersusun]. Menurutnya, melalui jalan tasawuf, manusia dapat melepaskan jiwanya dari belengu penjara badan, dan memperoleh karunia Tuhan. Itulah makrifat yang memberikan kebahagiaan sejati. Ia juga menganut paham bahwa kehidupan ukhrawi itu bersifat rohaniah spiritual.
Sufi kedua yang juga berpengetahuan luas dalam bidang filsafat, adalah uhrawandi Al-Maqtul [dari Suhrawandi, Persia; dibunuh di Aleppo pada 587/1191]. Ia juga menganut paham emanasi Al-Farabi atau Ibn Sina.
Bila tasawuf Sunni memperoleh bentuk yang final pada pengajaran Al-Ghazali, tasawuf falsafi mencapai puncak kesempurnaannya pada pengajaran Ibn Arabi [sufi Andalusia, wafat di Damaskus pada 638/1240]. Dengan pengetahuannya yang amat kaya, baik dalam lapangan keislaman maupun dalam lapangan filsafat, ia berhasil membuat karya tulis yang luar biasa banyaknya [di antaranya, futuhat Al-Makkiyah dan Fushuh Al-Hikam]. Hampir semua praktik, pengajaran dan ide-ide yang berkembang dikalangan kaum sufi diliputinya dengan penjelasan-penjelasan yang memadai. Ajaran sentral Ibn Arabi adalah tentang kesatuan wujud [wahdah al-wujud]. Menurutnya, wujud itu hanyalah satu; itulah wujud yang berdiri dengan dirinya sendiri. Itulah Yang Mahabenar [Al-Haqq] atau Tuhan. Alam yang banyak ini tidaklah berwujud dengan wujud alam sendiri, tetapi alam ini berwujud dengan wujud Tuhan. Wujud alam ini adalah khayal, dengan pengertian bahwa ia tampak sebagai wujud yang berdiri sendiri, padahal sebenarnya berwujud dengan wujud Tuhan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa wujud Tuhan dan alam adalah satu, buakn dua atau banyak. Alam yang banyak dan beragam ini merupakan manifestasi atau penampakan diri wujud yang satu itu.
C.SEJARAH PERKEMBANGAN TASAWUF SYI’I
Di luar dua aliran tasawuf di atas, ada juga yang memasukan tasawuf aliran ketiga, yaitu tasawuf Syi’i atau Syi’ah. Pembagian tasawuf aliran ketiga ini didasarkan atas ketajaman pemahaman kaum sufi dalam menganalisis kedekatan manusia dengan Tuhan. Kaum Syi’ah merupakan golongan yang dinisbatkan kepada pengikit Ali bin Abi Thalib. Dalam sejarahny, setelah peristiwa Perang Shiffin [yakni perang antara pendukung kekhalifahan Ali dengan pendukung Muawiyyah bin Abu Sufyan], para pendukung fanatik Ali memisahkan diri, dan banyak berdiam di daratan Persia. Daratan persia terkenal sebagai daerah yang telah banyak mewarisi tradisi pemikiran semenjak Imperium Persia berjaya, dan di Persia inilah, kontak budaya antara Islam dan Yunani telah berjalan sebelum dinasti Islam berkuasa di sini. Keyika itu, di daratan Persia sudah berkembang tradisi ilmiah. Pemikiran-pemikiran kefilsafatan juga sudah berkembang di daratan ini sebelum di wilayah-wilayah Islam lainnya. Oleh karena itu, perkembangan tasawuf Syi’i dapat ditinjau melalui kacamata keterpengaruhan Persia oleh pemikiran-pemikiran filsafat Yunani. Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah telah menyinggung soal kedekatan kaum Syi’ah dengan paham tasawuf. Ia melihat kedekatan tasawuf filosofis dengan sekte Isma’iliyah dari Syi’ah. Sekte Isma’iliyah inilah yang menyatakan terjadinya hulul atau ketuhanan para imam mereka. Menurutnya, antara kedua kelompok ini terdapat keserupaan, khususnya dalam persoalan “qhutb” dan “abdal”. Bagi para sufi filosof, qhutb adalah puncaknya kaum ‘arifin, sedangkan abdal merupakan perwakilan. Ibnu Khaldun menyatakan bahwa doktrin seperti ini mirip dengan doktrin aliran Isma’iliyah tentang imam dan para wakil. Begitu juga, tentang pakaian compang-camping yaitu disebut-sebut berasal dari Imam Ali.
Sementara itu, Azyumardi Azra tidak membedakan antara Syi’ah dengan Sunni dalam persoalan tasawuf. Dengan alasan pertama, tidak dikenal dalam terminologi Islam, yang dikenal dengan tasawuf Syi’i sebab yang ada hanya tasawuf dan tasawuf dibagi dua. Yang pertama tasawuf falsafi, yaitu tasawuf yang menekankan aspek filosofis. Tasawuf ini berkenaan dengan konsep mahabbah, ma’rifah, hulul, wihdatul wujud, dan lain-lain. Karena falsafi, sebagaimana corak filsafat, cenderung spekulatif. Filsafat apa pun adalah spekulatif. Tasawuf yang falsafi juga spekulatif.
Di dalam tradisi Syi’ah, dua aliran tasawuf [akhlaqi dan falsafi] juga diadopsi. Imam Ayatullah Khomeini juga menekankan dua hal ini. Beliau pernah membuat komentar mengenai kitab yang ditulis Ibnu ‘Arabi, Fushul Hikam, tetapi orang Syi’ah banyak yang lebih menekankan pada tasawuf ‘amali. Jadi, dalam tasawuf tidak ada perbedaan antara Syi’ah dengan Sunni. Bahkan, banyak juga orang Syi’ah yang menganut tasawuf Al-Ghazali, yang menekankan tasawuf ‘amali.
Di sisi lain, Ath-Thabathaba’i mencoba menjelaskan bahwa tasawuf pada dasarnya berasal dari Syi’ah. Ia menjelaskan bahwa ilmu makrifat atau tasawuf seperti diamati pada masa kini, mula-mula timbul dalam dunia Sunnah kemudian di kalangan kaum Syi’ah. Orang yang menyaakan dsecara terbuka sebagai sufi dan penganut ilmu makrifat, dan diakui sebagai mursyid atau guru rohani dari tarekat orang-orang sufi, dalam bidang fiqh Islam tampaknya mengikuti faham Sunni. Banyak mursyid yang mengikuti mereka dan menyebarkan ajaran tarekat yang juga pengikut Sunni dan fiqh. Walaupun begitu, para mursyid ini menarik mata rantai silsilah kerohanian mereka, yang dalam kehidupan rohani seperti silsilah keturunan dari seseorang, melalui mursyid-mursyid mereka yang terdahulu kepada Ali, juga hasil kasysyaf [vision] dan ilham mereka, seperti diriwayatkan, kebanyakan memuat kebenaran mengenai keesaan Ilahi dan martabat kehidupan rohani, yang terdapat dalam ucapan-ucapan Ali dan para Imam Syi’ah lainnya.
Hal ini bisa kita lihat, jika tak terpengaruh oleh beberapa ungkapan tajam dan kadang-kadang mengejutkan dari para guru tasawuf ini dan merenungkan kesekuruhan isi ajaran-ajaran mereka dengan tenang dan sabar. Kewalian sebagai hasil dari tuntunan ke jalan kerohanian yang dianggap oleh para sufi sebagai kesempurnaan manusia, adalah suatu keadaan yang menurut kepercayaan Syi’ah dipunyai sepenuhnya oleh Imamdan melalui pancaran wujudnya bisa dicapai oleh para pengikutnya yang setia. Dan puncak kerohanian [quthub] yang kehadirannya dianggap perlu oleh semua kaum sufi di sepanjang zaman ̶̶̶̶ ̶ ̶ sebagaimana juga sifat-sifatyang dikaitkan dengannya̶ ̶ ̶ ada pertaliannya dengan konsepsi kaum Syi’ah mengenai Imam. Sesuai dengan ucapan ahlul bait, imam, atau menurut istilah kaum sufi, “Manusia Universal”, adalah manifestasi nama-nama Ilahi dan bimbingan kerohanian terhadap kehidupan dan perbuatan manusia. Oleh karena itu, orang bisa berkata dengan mempertimbangkan knsepsi kaum Syi’ah mengenai walayat, bahwa dari sudut pandangan bentuk lahiriah agama, mereka mengikuti mazhab fiqh Sunni.
Perlu disebutkan di sisni bahwa dalam uraian-uraian Sunni klasik kadang-kadang dikatakan bahwa metode kerohanian dari thariqah atau cara-cara yang dapat menyampaikan seseorang pada pengetahuan dan kesadaran tentang dirinya tidak bisa diterangkan melalui bentuk-bentuk dan ajaran yang lahir dari Syari’at. Bahkan, sumber-sumber bahwa pribadi-pribadi muslim sendiri menemukan berbagai metode dan amal, yang kemudian diteriama Tuhan, seperti halnya kehidupan biara dalam agama Nashrani. Oleh karena itu, para mursyid menyusun amalan-amalan tertentu yang dianggap perlu dalammetode kerohanian, seperti bentuk upacara penerimaan murid oleh mursyid, rinci-rinci cara yang di dalamnya dzikir-dzikir diajarkan kepada sang murid baru bersama pengenalan jubah kepadanya, dan pengguan musik, nyanyian dan cara-cara lain yang menyebabkan fana’[ekstase] selama mentebutkan nama-nama Tuhan.
BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN
Sejarah perkembangan tasawuf terbagi kepada tiga aliran Tasawuf, aliran pertama adalah aliran Tasawuf Salafi [Akhlaqi], aliran kedua adalah aliran tasawuf Falsafi, dan aliran ketiga adalah aliran Tasawuf Syi’i. Tasawuf aliran pertama mengalami Bereberapa fase yakni Pada abad kesatu dan kedua hijriyah disebut dengan fase asketisme [Zuhud], Abad ketiga hijriyah fase terlihatnya perkembangan tasawuf yang pesat, Abad keempat hijriyah fase kemajuan ilmu tasawuf yang lebih pesat dibandingkan dengan abad ketiga hijriyah, Abad kelima hijriyah fase kemunculan imam Al-Ghazali, fase yang cenderung mengadakan pembaharuan, yakni dengan mengembalikan ke landasan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan Abad keenam hijriyah fase pengaruh tasawuf Sunni semakin luas ke seluruh pelosok dunia Islam. Aliran kedua yakni aliran Tasawuf Falsafi disebut pula dengan Tasawuf nazhari, yakni tasawuf yang ajaran-ajarannya memedukan antara visi mistis dan visi rasional sedbagai pengasasnya. Dan Aliran ketiga yakni aliran Tasawuf Syi’iatau Syi’ah didasarkan atas ketajaman pemahaman kaum sufi dalam menganalisis kedekatan manusia dengan Tuhan.
B.SARAN
Setelah penjelasan dalam makalah ini, sebagai manusia biasa penulis memohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penjabaran masalah atau penyimpangan-penyimpangannya. Penulis menerima saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan dalam penulisan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. Al-Kalabadzi, al-Ta’arruf li Madzhab ahl al-Tashawuf (al-Maktabah al-Kulliyat al-Azhariyyah, Cairo, 1969) h. 28
2. Prof. Dr. M. Solihin, M.Ag, ILMU TASAWUF Bab 3 Hal 61-71 (CV Pustaka Setia Bandung)
3. Ibrahim Basuni, Nasy’ah al-Tashawuf al-Islami, Juz III (Dar al-Maarif, Mesir, 1119), h. 9
4. Abuddin Nata, Ilmu Kalam, Filasafat dan Tawawuf (Dirasah Islamiyah IV)(Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2001), h. 153

KATA KATA BIJAK HARI INI 2012

Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran atau tindakan positif. oleh sebab itu tenangkan dirimu.

Sukses berarti melakukan yg terbaik yg kita bisa dengan apa yg kita miliki. Bukan dengan menginginkan apa yg orang lain miliki.

Kamu tak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki. Bersyukurlah!

Tuhan memuliakan mereka yang mau bekerja keras. Dan modal utama untuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.

Jangan mengeluhkan masalah, karena Tuhan mempunyai tujuan tuk perjuanganmu saat ini. Pelajarilah apa yang hendak Tuhan ajarkan.

Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.

Untuk pemilik wajah putih, riasan mata dan bibir dengan pilihan warna-warna nuansa sedikit terang mampu membuat wajah tidak terlalu pucat.

Tak ada yg salah dalam menunjukkan kamu peduli tentang seseorang, yg salah adalah mengharapkan dia tuk melakukan hal yg sama.

Jangan pedulikan dia yg membencimu, dia bukan orang yg pantas dapatkan perhatianmu. Yg penting adalah dia yg selalu ada untukmu.

Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yg kamu tahu hingga mereka tahu berapa banyak kamu peduli pada mereka.

Kau takkan tahu sbrp tulus ssorg mencintaimu sampai kau melihat sbrp tulus ia mencintaimu dlm kondisi terburukmu

Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit.

Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.

Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu, sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.

Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya, tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.

Seorg pria sejati tdk bisa dikelabui oleh matanya. Seorang wanita sejati tdk bersembunyi dibalik penampilannya.

Bahagia adalah milik mereka yg bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya.

Jangan berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggumu di luar sana.

Janji tak akan berarti apa-apa jika kamu tak bisa menepatinya. Daripada berjanji, lebih baik tunjukkan dgn tindakan nyata.

Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah tuk menerimanya dan memahami bahwa ia telah jadikanmu pribadi yg lebih kuat.

Jangan terlalu memikirkan masa lalumu, kini mereka hanya kenangan. Tatap masa depanmu karena disanalah impian.

Hidup ini pilihan. Kamu yg sekarang adalah pilihan yg kamu ambil di masa lalu. Bijaklah dalam memilih langkahmu selanjutnya.

Tak peduli seburuk apapun masa lalumu, cintai dirimu. Hari ini kamu bisa memulai yg baru. Beri yg terbaik tuk masa depanmu.

Ketika masalah datang, selesaikan dng cepat sebelum menjadi lbh buruk atau kekhawatiranmu membuatnya makin rumit.

Jika kamu ingin seseorang percaya padamu, hal pertama yg harus dilakukan adalah meyakinkan mereka bahwa kamu mempercayai mereka.

Mendengarkan musik favorit akan melebarkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan aliran darah.

Durian mengandung banyak asam amino triptofan, yang berguna untuk mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.

Sahabat adalah seseorang yg slalu ada disampingmu, yg sabar mendengarkan keluh kesahmu, dan bersedia menemanimu menjalani hidup.

Jangan pernah mengeluh atas kekuranganmu, karena kekurangan mengingatkanmu untuk terus mencari kekuatan yg ada dalam dirimu.

Bahagia bukan berarti segalanya sempurna. Bahagia adalah ketika kamu memutuskan tuk melihat segala sesuatu secara sempurna.

Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri.

Jangan tangisi kesalahan, tapi tersenyumlah karena setiap kesalahan mengajarkanmu agar berupaya lebih baik lagi.

Kita semua pasti pernah salah, namun ada perbedaan besar antara salah yg buatmu dewasa dan salah yg sengaja dilakukan.

Cintai apapun yang akan kamu lakukan hari ini, kerena tidak ada yang menarik jika kamu tidak tertarik.

Jangan bersedih ketika melakukan salah. Karena kesalahan kita banyak belajar, karena kesalahan kita menjadi pintar.

Hidup itu seperti drama, dan kamu bisa memilih untuk menjadi penontonnya atau pemainnya.

Seseorg yg menemanimu dlm kesusahan jauh lbh berharga drpd seratus org yg menemanimu dlm kesenangan.

Pertolongan Tuhan mgkn tdk dtg terlalu Cepat, tdk jg Terlambat. Pertolongan Tuhan selalu dtg di saat yg Tepat.

Ketika seseorang cukup kuat tuk buatmu terjatuh, kamu harus tunjukkan padanya bahwa kamu juga cukup kuat tuk bangkit berdiri.

Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yg bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum.

Kau tak kan bisa kehilangan apa yg tak pernah kau miliki. Kau tak kan bisa memaksa bertahan pada seseorang jika dia ingin pergi.

Sesuatu yg sangat sulit tuk melupakan seseorang yang telah memberimu begitu banyak hal tuk diingat.

Dalam hidup, kamu harus berani mengambil keputusan tentang apa yg pantas diperjuangkan dan apa yg tak pantas diperbaiki.

Jangan pernah kehilangan dirimu sendiri hanya tuk bertahan pada seseorang yg bahkan tak peduli jika dia kehilanganmu.

Selain khasiatnya yg dpt menyegarkan mata, mentimun juga dpt berguna bagi kecantikan wjh. Khasiatnya bagi wajah adlh utk menghaluskan wajah.

Hindari mengaplikasikan trend yg berlebihan ke diri kalian. Karena kalian terkesan tidak memiliki penampilan yang unik & khas.

Sesuatu yg sulit ketika kamu harus berpura-pura tersenyum, hanya karena tak ingin dia tahu, dia adalah alasan kamu bersedih.

Ladies# jangan pernah meremehkan seorang pria, karena mereka adalah orang yang akan menjaga kamu seumur hidupmu.

Guys# jangan pernah menyakiti seorang wanita, karena mereka adalah orang yang akan melahirkan anakmu dengan penuh rasa sakit.

Kamu tak perlu menemukan sahabat yg paling menyenangkan, kamu hanya perlu menemukan sahabat yg setia.

Mereka yg membencimu hanya buktikan bahwa hidupmu lebih baik dari mereka. Jangan hiraukan mereka, teruslah melangkah.

Jangan membenci mereka yang membencimu, karena itu sama saja membuat dirimu tak berbeda dengan mereka.

Kamu akan selalu dapatkan cinta di tengah keluarga, cinta tanpa syarat, cinta yang menerima kamu apa adanya.

Hanya karena mereka tak memperlakukanmu seperti yg kamu inginkan, bukan berarti mereka tak mencintaimu setulus hati.

Keluarga adalah salah hal terpenting yg kita miliki, yg tak akan pernah berubah dan selalu ada ketika dibutuhkan.

Teman mungkin datang dan pergi, dan keluarga mungkin tak selalu ada untukmu, tapi tak peduli apapun itu, Tuhan selalu bersamamu.

Ketika kamu berkata jujur, tak ada yg harus kamu ingat. Ketika kamu berkata dusta, kamu harus mengingat setiap dusta yg terucap.

Apa yang kamu anggap aneh, aku anggap luar biasa.

Jangan iri atas apa yg orang lain miliki. Drpd melihat berapa banyak berkah mereka, lebih baik melihat berkah milikmu sendiri.

Ketika seseorang mengecewakanmu, Maafkanlah namun jangan lupakan. Mengingatnya tapi jangan pernah mengungkitnya.

Cinta sejati adl yg membuatmu menjadi org yg lbh baik, tanpa mengubahmu menjadi seseorg selain dirimu sendiri.

Dalam cinta, ketika kamu tak ada alasan lagi tuk bertahan, itu adalah alasan yg baik tuk melepaskan.

Jangan terlalu cepat menilai seseorang, terkadang apa yg kamu lihat adalah apa yg ingin dia perlihatkan padamu.

Sebelum menilai, dengar. Sblm mendengar, lihat. Kita punya 2 mata, telinga, krn selalu ada 2 sisi dr setiap cerita

Jika kamu habiskan waktumu tuk dia yg terus buatmu kecewa, kamu akan kehilangan kesempatan bertemu dia yg mampu buatmu tertawa.

Cinta itu seperti berbagi membaca buku, ia tak akan bertahan lama jika 2 hati tak berada pada halaman yg sama🙂

Jangan mengungkit masa lalu dia yg kamu cinta, karena yg harus kamu tahu adalah apakah ada tempat untukmu di masa depannya.

Jika kamu memiliki kepercayaan dari seseorang, jangan sampai hilang. Jika kamu memiliki hatinya, jangan pernah memanfaatkannya.

Sesuatu yg sulit tuk mempercayai siapapun ketika setiap orang yg pernah kamu beri kepercayaan selalu mengecewakanmu.

Kadang kamu harus menyadari, meski sangat mencintai seseorang, kamu harus melepasnya pergi. Jgn biarkan dirimu terus disakiti.

Dalam cinta, menyerah tak selalu berarti kamu lemah. Kadang itu hanya berarti kamu cukup kuat tuk melepaskannya.

Kadang kamu memilih tuk sendiri, karena lebih baik persiapkan diri tuk pantas dicintai ketika dia yg tepat menghampiri.

Wortel, sangat bermanfaat untuk mencegah kerontokan rambut.

Mawar merah adalah bunga favorit Venus, dewi cinta Romawi. Warna merah dari ‘bunga cinta’ ini terdiri dari perasaan romantis yang kuat.

Jangan mencari yg sempurna tuk dicinta, karena kamu mungkin kehilangan dia, yg meski tak sempurna, tapi mampu buatmu bahagia.

Jika kamu tak menghargai dirimu sendiri, orang lain tak akan pernah menghargaimu. Jangan sampai kehilangan dirimu yang berharga.

Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan untuk tak terus melangkah ke depan. The past is over!

Kamu akan lebih dewasa ketika kamu mau belajar dari kesalahan yg ada, daripada terus mencari alasan tuk menyangkalnya.

Lakukan yg dapat km lakukan hari ini, sehingga besok km dapat melakukan yg tak dapat km lakukan hari ini.

“Cantik” itu pilihan. “Cantik” adl bgmn kita menghargai & mensyukuri tubuh yg telah Tuhan berikan kpd kita.

Dewasa tak selalu menuntut kita berubah, tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita tuk lebih dewasa.

Jangan terlalu cepat mempercayai apa yang kamu dengar, karena kebohongan selalu menyebar lebih cepat dari kebenaran.

Tuhan tak meminta kita untuk selalu berhasil, DIA hanya meminta kita untuk mau mencoba. Dan jangan pernah menyerah!

Berhentilah mengeluh tentang hidup yang tak kamu inginkan. Mulailah menjalankan hidup yang kamu inginkan. Ini hidupmu!

Tuhan berikan cobaan hanya tuk jadikanmu pribadi yg kuat. Percaya, Tuhan memiliki rencana tuk hidupmu. Itu yg kamu perlu tahu.

Jika suatu hari kamu merasa sendiri, merasa tak ada yg peduli, ingatlah bahwa Tuhan selalu ada untukmu sepanjang hari.

Jgn tlalu memaksakan diri utk mengikuti tren, jika kita tdk memiliki bentuk tubuh yg proporsional & tidak semua tren busana cocok di tubuh.

Dalam cinta, berhenti mencari yg sempurna, krna yg kamu butuh adalah dia yg tahu ketidak-sempurnaanmu, tp tetap ingin bersamamu.

Berpikirlah seperti anak kecil. Bertindaklah seperti orang dewasa.

Hidup tak lepas dari masalah, dan kadang buatmu jatuh ke bawah. Adalah pilihanmu tuk lari darinya atau belajar darinya.

Beberapa orang membuatmu tertawa, bbrp membuatmu terluka. Tp hanya ada seseorg yg akan membuatmu tertawa di atas luka.

Hidup ini adalah proses pembelajaran. Kamu selalu bisa menikmati momen indah, tapi yg pasti harus belajar dari momen yg buruk.

Kita tidak akan pernah tahu, sebelum kita melakukannya. Ingatlah satu hal, usaha yang kita lakukan akan sebanding dengan hasilnya.

Jangan cuma berandai-andai atau membayangkan sesuatu, lakukanlah, mungkin apa yang kamu lakukan itu akan berakhir bahagia.

Berusahalah sekuat yang kamu bisa, yakinlah, Tuhan tidak akan berdiam diri.

Jangan menyerah atas hal yg kamu anggap benar meskipun terlihat mustahil. Selama ada kemauan, Tuhan kan berikan jalan.

Bersyukur dan ikhlas menerima apa yang di berikan Tuhan kepada kita, Niscaya hikmahNya tidak akan berhenti mengalir.

Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yg harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.

Terkadang apa yang kita fikirkan tidak sejalan dengan apa yang kita lalukan.

Belajarlah jujur pada diri sendiri, lakukan apa kata hati, sehingga kamu tidak perlu lagi menyembunyikan apapun dalan hidupmu

Betapa indahnya jika setiap detik yang kita habiskan, menjadi berarti bagi orang lain dan diri sendiri.

Jangan takut mencoba, kesalahan adalah guru terbaik jika kamu jujur mengakuinya dan mau belajar darinya.

Hidup penuh maaf adalah jalan bagi kelapangan dan kedamaian jiwa.

Tersenyumlah dalam mengawali hari, karena itu menandakan bahwa kamu siap menghadapi hari dengan penuh semangat!

Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, ia harus diselesaikan, bukan dihindari.

Tegas akan diri sendiri, buang pikiran negatif dan lakukan yang baik. Kegelisahan hanya milik mereka yang putus asa.

Ketika kamu berharap yang terbaik tapi kamu hanya mendapat yg biasa, bersyukurlah kamu bukan yg terburuk.

Hal yang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri, Tapi itu bisa kamu mulai dengan memaafkan diri sendiri.

Sahabat adalah seseorang yg selalu membuat hatimu bahagia. Sahabat selalu membuat hidup jauh lebih menyenangkan.

Terkadang, yang diinginkan sebenarnya tidak dibutuhkan, sedangkan yang dibutuhkan tidak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yang terbaik.

Maafkan diri sendiri. Jangan menyesali kesalahan. Maaf itu mengobati hati dan mendamaikan diri.

Jangan pernah iri dengan apa yg orang lain miliki, Setiap orang punya masalahnya sendiri, bersyukurlah untuk hidup ini.

Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Iri hati hanya membuat jiwamu gelisah. Jadilah diri sendiri.

Setiap perbuatan yang membahagiakan sesama adalah suatu sikap yang mencerminkan pribadi yang mulia.

Sahabat bukan tentang siapa yg telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yg menghampiri hidupmu dan tak pernah meninggalkanmu.

Jangan pernah merasa dirimu tak cukup baik, karena bagi seseorang, kamu adalah yang terbaik.

Mungkin kamu tidak menyadarinya, tapi hal paling kecil yang kamu lakukan dapat membawa dampak sangat besar bagi orang lain.

Masalah tidak akan menjadi rumit jika kamu bisa menyikapinya dengan sabar dan dengan kelapangan hati.

Bangkitlah dari kesedihan, karena kesedihan adalah proses yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan.

Dari hal-hal baik, belajarlah untuk mengucap syukur. Dari hal-hal buruk, belajarlah untuk menjadi kuat.

Tak ada yg abadi, cinta bisa menyakiti. Orang berubah, dan sahabat bisa melukai. Tapi ingat, Hidup ini tetap harus dijalani.

Ladies, Faktanya Lelaki baik-baik takkan mau pada wanita yang tak mampu menjaga lisannya pun sebaliknya.🙂

Ladies, Lelaki sering menggodamu, bukan berarti dia menyukaimu. Karena biasanya, itu hanya iseng.😐

Hanya karena kamu BELUM dapatkan apa yg kamu inginkan, tak berarti kamu TAK PERNAH bisa mendapatkannya. Terus berusaha & berdoa.

Kamu tak akan pernah bisa meraih apa yg ada di depanmu, jika kamu tak pernah mau melepaskan apa yg ada di masa lalumu.

Tuhan tak kan berikan ujian melebihi kemampuanmu. Jgn berpikir kamu lemah, krn kamu telah kuat dr stiap masalah yg diberikanNya.

Dalam hidup, kamu tak perlu jadi sempurna, tp kamu harus berikan yg terbaik yg kamu bisa. Untuk masa depan yg cerah.

Kesalahan memang kadang menyakitkan, tapi ia menjadikanmu pribadi yg kuat. Pribadi yg lebih dewasa dan bijaksana.

Jangan mudah menyerah, Tuhan tak pernah terlambat menolong umatNya. Bersabar dan milikilah iman yg kuat!

Hidup ini terlalu berharga tuk hanya memikirkan mereka yg membenci. Just Live Happy!

Jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena kamu ingin dapatkan pujian. Lakukanlah karena itu hal yg benar tuk dilakukan.

Perbanyak makan nasi merah, gandum utuh, roti gandum, biji-bijian, serta buah dan sayuran agar lebih tahan lapar ketika puasa.

Terkadang lebih baik tuk tak mengetahui apa yg terjadi di sekitarmu, daripada semua itu semakin memberi luka di hatimu.

Terkadang kamu memilih tuk mengabaikan seseorang, hanya karena itu cara termudah tuk menghindarkan dirimu dari luka.

Jangan jadikan kesalahan sebagai sebuah alasan, karena seharusnya ia menjadi motivasimu tuk terus melangkah ke depan.

Dalam hidup, terkadang kamu memilih meminta maaf pada seseorang, bukan karena kamu salah, tapi karena kamu takut kehilangan dia.

Hadiah tak selalu terbungkus dgn indah. Kadang Tuhan membungkus dgn masalah, tp di dalamnya tetap ada berkah.

Pemulihanjiwa menguatkan hati, mendewasakan, semoga kamu selalu tabah dalam hidup ini.

Kamu tak bisa slalu menunggu sesuatu tuk datang. Terkadang km harus meninggalkan tempatmu dan mendatanginya.

Kadang kamu menyakiti dirimu sendiri lebih dari siapapun yg mungkin bisa menyakitimu, karena kamu tak jujur dengan perasaanmu.

Dalam kehidupan selalu terdapat kemungkinan dan kesempatan yang kedatangannya tak bisa ditentukan. Bersiaplah setiap saat.

Jangan mengeluhkan masalah yang datang dalam hidupmu. Terkadang kamu harus merasakan sakit untuk dapat mensyukuri bahagia.

Ketika kamu tulus mencinta, kamu selalu mencintainya meski telah berpisah. Jika tidak, kamu memang dari awal tak mencintainya.

Hargai dan syukuri apa yg kamu miliki saat ini, atau kamu akan menyesal ketika melihat orang lain yg memilikinya.

Jangan putus asa akan cinta, karena selalu ada seseorang yg akan tulus mencintaimu, meski kadang dia bukan yg kamu harapkan.

Jangan mencoba tuk menjadi handal dlm sgala hal. Jadilah handal dlm satu hal. Itu yg membuatmu istimewa.

Yg membedakan Pemenang dgn pecundang adalah bagaimana seseorang Bereaksi terhadap setiap perubahan Takdirnya.

Jika tak cinta, katakan saja. Jangan memberi harapan hampa, karena seseorang akan terluka. Jangan manfaatkan cinta!

Jgn menyerah jika msh ingin mencoba. Jgn berpisah jika msh ada cinta. Jgn biarkan ego kuasai jiwa, karena hati pasti menderita.

Terkadang satu-satunya orang yg mampu buatmu merasa lebih baik adalah orang yg sama yg telah membuat kamu terluka.

Tak peduli apa yg telah terjadi, kesalahan yg telah kamu lakukan, kamu selalu temukan kata MAAF dalam hati seorang IBU.

Hanya karena seseorang tak mencintaimu dengan cara yg kamu inginkan, tak berarti dia tak mencintaimu setulus hatinya.

Terkadang, tak peduli apapun usahamu tuk mengusir seseorang dari pikiranmu, dia tak pernah meninggalkan hatimu.

#cinta itu aneh, kamu membencinya, tapi ketika dia katakan “I?YOU”, kamu tak bisa dustai hatimu yg menjawab ‘MeToo’

Jika kamu mampu menerima kekuranganku, #FaktanyaAku percaya kebersamaan ini akan buat kita saling melengkapi..

Ketika bertemu seseorang yg pernah membencimu, sapalah dia dengan senyum. Karena dia, kamu menjadi pribadi yg kuat saat ini.

Jangan pernah putus asa, selalu berikan yg terbaik yg kamu bisa. Mungkin ada yg membenci kegigihanmu, tapi itu urusan mereka.

Cinta sejati tak datang dari tatapan mata tapi dari hati. Jika ada keraguan di hatimu, dia bukan untukmu.

Jangan batasi dirimu dengan kata ‘menyerah’. Kegagalan hanya sementara. Percaya diri, terus berusaha dan katakan ‘aku bisa!’.

Ketika kekalahan menghampirimu, jangan biarkan ia menghentikanmu. Ada makna di setiap masalah, dewasa salah satunya.

Kebahagiaan tak akan bermakna jika kamu tidak menyertakan orang disekitarmu yang sedang bersedih. Berbagilah dengan rendah hati.

Burung tak bisa berenang. Ikan tak bisa terbang. Tak ada yg salah dng keduanya. Kenali dirimu.

Cinta sejati punya dua sisi, kebahagiaan dan kepedihan. Selama bisa bertahan, dua hal ini akan memperkuat cinta itu sendiri.

Berucaplah dengan kata yang manis. Tapi tiada guna berucap manis, jika setiap kata yang diucapkan adalah ketidakjujuran.

Jangan menyesali kegagalan. Tapi jadikan kegagalan sebagai pengingat bahwa kamu belum melakukan yang terbaik. Jangan menyerah!

Hindari banyak makan makanan manis saat sahur, karena memicu pemakaian energi lebih banyak yang membuat kita mudah mengantuk.

Puasa dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Terkadang hal-hal paling berharga di dunia tdk dpt dibayar oleh uang, tp oleh waktu.

Orang lain boleh meragukan dirimu, tapi kamu tidak. Karena tak ada yang mengenalmu lebih baik selain dirimu sendiri.

Kesuksesan bukanlah segalanya, kegagalan hanya proses semata, berbuat yang terbaik adalah yang terutama.

Mereka yg bahagia bukan mereka yg memiliki segalanya. Tapi mereka yg tak pernah mengeluh dan selalu mensyukuri yg telah dimiliki

Berhenti tuk terus mengingat masa lalu, terutama hal buruk yg telah terjadi. Fokuslah hari ini tuk masa depan yg lebih baik.

Jangan biarkan rasa takut menemani pagimu. Jadilah pribadi yang berani, karena keberhasilan hanyalah milik mereka yang berani.

Ketika yg baik ingin meninggalkan, tak perlu ditahan. Relakan, dan percaya pada Tuhan bahwa yg terbaik akan menghampiri pelukan.

Selalu tanyakan kepada diri kalian ketika akan berbelanja, “Bisa saya serasikan dengan apa jika saya membeli ini?”

Jangan ada alasan untuk malas upgrade penampilan hanya karena kalian tidak memiliki tubuh yang ideal.

Salah satu hal tersulit ketika kamu melepaskan seseorang adalah mengetahui bahwa dia tak melakukan apapun tuk mempertahankanmu.

Kamu tahu seseorang berarti dalam hidupmu ketika tak peduli apa yg terjadi, baik pun buruk, dia selalu mampu buatmu tersenyum.

Tdk ada yg salah dgn mencintai. Yg salah adl jika kau mencintai seseorg lbh dr kau mencintai dirimu sendiri.

Km tak akan pernah puas jika trus membanding-bandingkan dgn yg lain, karna km akan slalu menemukan yg lbh baik.

Saat kau membalas rasa sakit dgn senyuman, saat itulah kau memastikan bhw dirimu lbh baik dr org yg menyakitimu.

Tak perlu dia yg sempurna tuk hidupmu, temukan dia yg menatapmu seperti kamu memiliki sesuatu yg tak dimiliki oleh orang lain.

Ketika satu hal berakhir, hal lainnya mulai. Jangan lihat sebagai akhir dr segalanya, tp awal dr sesuatu.

Kadang meski telah meyakinkan dirimu bahwa kamu telah melupakannya, hatimu masih berharap suatu saat dia akan kembali menyapa.

Bersyukurlah untuk apa yg kamu miliki saat ini, karena kamu tak pernah tahu semua itu bisa hilang esok hari.

Seseorang tak harus sempurna tuk jadi apa yg kamu butuh. Tak ada yg sempurna, tp cinta mampu buat seseorang sempurna di matamu.

Menyakitkan ketika kamu berpikir bahwa kamu punya arti dalam hidup seseorang, namun kemudian dia membuktikan bahwa kamu salah.

Salah satu hal terbaik yg kamu dapat ketika menghadapi sebuah masalah adalah kamu bisa melihat siapa saja teman sejatimu.

Jika dia terus berikan luka, belajarlah tuk melepasnya. Jangan biarkan dia berada dlm hidupmu lebih lama drpd yg sepantasnya.

Jangan sesali apa yg telah pergi. Kamu mungkin kehilangan sesuatu yg baik, tapi kamu mungkin mendapatkan sesuatu yg lebih baik.

Jangan menyerah hanya karena gagal pada kesempatan pertama. Sesuatu yg berharga tak akan kamu miliki dgn mudah. Terus berusaha!

Jangan berubah hanya karena cinta. Jika dia tak bisa menerima kekuranganmu, dia tak pantas dapat yg terbaik darimu.

Salah satu hal yg membuat seseorang sulit menerima sebuah kejujuran adalah kenyataan bahwa kebohonganlah yg ingin dia dengarkan.

Saat kita tidur, tubuh memproduksi hormon vasopressin yang dapat menghambat pengeluaran urine saat tidur.

Dalam cinta, jangan menjadi NUMBER ONE dlm hidupnya, karena yg kamu butuh adalah menjadi ONLY ONE di hatinya.

Jangan hiraukan mereka yg berusaha menjatuhkanmu, mereka melakukan itu karena mereka telah berada di bawahmu.

Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.

Dibalik beratnya masalah yang dihadapi bangsa, yakinlah bahwa Tuhan tengah mempersiapkan bangsa ini jadi bangsa besar.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.

Merdeka bukan hanya lepas dari tangan penjajah, tapi lepas dari tangan jahil yg merampas hak kita sebagai WNI.

Bahwa dalam suatu perjuangan kita harus berjuang terus sampai habis-habisan.

Hari ini milikku. Pun esok yang masih terbentang. Semangat Indonesia harus tetap menyala. Disini, diurat darahku.

Orang Indonesia tak dapat lagi digertak dan ditindas. Selamat jalan jiwa-jiwa budak dan…buat selama-lamanya.

Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.

Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yg jiwanya berkobar-kobar dgn tekad ‘Merdeka atau mati’!

Bunga mawar tdk mempropagandakan harum semerbaknya, dgn sendirinya harum semerbaknya itu tersebar disekelilingnya.

Percayalah pd dirimu lbh dr kau mempercayai org lain. Percayalah pd Tuhan lbh dr kau mempercayai dirimu sendiri.

Kekayaan yang tak diimbangi kebijaksanaan, hanya akan membesarkn mulut dan kepalamu saja.

Wanita sulit jatuh cinta, karena lebih baik menunggu pria setia daripada menerima yg datang, tapi bisa pergi kapan saja.

Jangan terburu-buru dalam cinta. Lebih baik menunggu seseorang yg tepat bagi hidupmu selamanya daripada hanya sementara.

Jika dia memilih tuk tinggalkanmu, jgn memohonnya bertahan. Jika dia tak bisa terima kamu apa adanya, temukan seseorang yg bisa!

Jika kamu biarkan masa lalu mengusik hidupmu saat ini, kamu tak akan pernah bisa berikan yg terbaik tuk dapat masa depan yg baik

Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.

Kadang kamu terlalu memikirkan indahnya masa lalu hingga menutup diri saat ini. Lupakan mereka, temukan bahagiamu.

Kita tidak bisa mencegah atau menghapus perasaan. Kita hanya bs mengendalikannya, atau dikendalikan olehnya.

Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan tuk tak terus melangkah ke depan.

Banyak hal dalam hidup ini yg bisa membahagiakanmu, namun tak ada yg lebih bahagia daripada cinta dari seseorang yg kamu cintai.

Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.

Jgn berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggu tuk buatmu bahagia.

Ketika seseorang meminta maaf atas sesuatu yg TERUS mereka lakukan, sebaiknya kamu berhenti mempercayai mereka.

Jangan pernah berikan harapan jika kamu tak mampu memenuhinya. Lebih baik jujur meski pilu daripada bahagia tapi palsu.

Jangan pernah biarkan kesedihan di masa lalu membuatmu takut tuk menerima seseorang yg baru. Percayalah kata hatimu.

Tertawa membuat sistem imun dalam tubuh meningkat, dan untuk 17 menit tawa, akan memperpanjang hidupmu selama 1 hari.

Kamu tahu kamu jatuh cinta, ketika pupil matamu membesar saat melihat si dia.

Jangan melihat masa lalu lebih baik dari saat ini, karena hanya buatmu sulit temukan bahagia tuk dirimu sendiri. Just Be Happy!

Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah untuk menerimanya dan memahami bahwa itu hanya buatmu lebih kuat dan dewasa.

Maafkan kesalahan masa lalu, jangan sesali. Kemudian tegaslah membebaskan diri untuk hidup seutuhnya sekarang, dan dimasa depan.

Sahabat adalah mereka yg membantumu bangkit tuk percaya diri, ketika orang lain berusaha menjatuhkan dan meremehkanmu.

Jangan iri atas kesuksesan orang lain, ketahuilah bahwa mereka berada di sana karena tekad dan kerja keras.
Terima kasih atas kunjungannya di blog ini, dan Semoga bermanfaat.